Suara.com - Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya dengan melakukan pembatasan, dan juga terus mengembangkan vaksin Covid-19.
Kini ada sedikit harapan dari pengendalian pandemi yang telah kurang lebih satu tahun melanda dunia ini. Dilansir dari ANTARA, pakar kedaruratan terkemuka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penggunaan vaksin Covid-19 dapat memungkinkan dunia mengendalikan penyakit tersebut tahun depan.
"Kehidupan yang seperti dulu kita kenal, saya rasa sangat, sangat mungkin namun kita harus tetap menjaga kebersihan dan jarak fisik. Vaksin tidak berarti nol Covid-19," kata Mike Ryan kepada stasiun TV RTE di negara asalnya, Irlandia.
Ia mengatakan, bahwa menyertakan vaksin dalam pengendalian pandemi Covid-19 ini akan memungkinkan untuk melandaikan kurva kasus virus corona. Selain itu juga bisa menghindari penguncian dan memiliki kendali atas penyakit tersebut.
"Kita memang harus menyadari bahwa kita perlu mengurangi peluang, di mana kita dapat menginfeksi orang lain, hanya dengan mengatur rumah tangga secara hati-hati menjelang perayaan Natal. Biasanya di Irlandia 15 orang di dapur mengupas kentang dan mengolesi ayam kalkun dengan bumbu, bukan itu yang harusnya kita lakukan."
Sebelumnya, WHO juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga jarak. Mereka menyarankan menjaga jarak dianjurkan kurang lebih 2 meter karena dapat menghindari serta mengurangi lajur penyebaran dari Covid-19.
Jika salah seorang yang secara tidak sadar terinfeksi virus tersebut atau OTG (Orang Tanpa Gejala) dan tidak menjaga jarak kepada sekitarannya, maka orang yang terinfeksi tersebut akan dengan cepat menularkan virus kepada orang-orang di sekitarannya.
Cara penyebaran virus ini adalah melalui tetesan pernapasan atau droplets, terutama ketika orang bersin atau batuk dan jatuh ke suatu tempat, contohnya meja, kemudian ada seseorang yang memegang meja tersebut.
Baca Juga: Satgas Covid-19: Kesiapan Cold Chain Vaksin Corona Sudah Capai 97 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026