Suara.com - Buah hati merupakan anugerah terindah bagi seorang ibu. Namun nampaknya, tidak semua orang berpikir demikian.
Seorang ibu asal Istanbul, Turki, sengaja menyiksa putrinya sendiri yang baru berusia 18 bulan.
Ezgi Korucu dituduh telah menyayat sang putri, Eylul Mira, menggunakan silet dan menyuntikan pemutih ke pembuluh darahnya dengan alasan tidak mencintai buah hatinya itu.
Aksi kejam ini ternyata telah dilakukannya sejak Eylul berusia satu bulan.
"Aku tidak bisa mencintai putriku dan aku ingin dia mati, perlahan. Jadi aku memutuskan untuk menyiksanya, dengan luka silet di kepala, kaki, lengan, dada, dan kelopak mata," tutur Ezgi saat diinterogasi jaksa penuntut.
Lebih lanjut, wanita 28 tahun tersebut mengaku menyuntikkan sabun sair dan pemutih ke pembuluh darahnya.
Ia melakukan penyiksaannya ketika anggota keluarganya sudah terlelap atau tidak di rumah.
"Ada penyelidikan terhadapku, tapi aku membantahnya," lanjut Ezgi, dilansir The Sun.
Karena aksi ini, Ezgi dituntut 20 tahun penjara karena dengan sengaja berusaha membunuh seorang anak, diperburuk dengan menggunakan siksaan.
Baca Juga: Lahir Dari Ibu yang Positif Covid-19, Ternyata Bayi Ini Kebal Virus Corona
Pengcara Ezgi mengindikasikan bahwa wanita tersebut takut untuk mengatakan yang sebenarnya dan tindakan yang dituduhkannya adalah akibat dari penganiayaan yang dideritanya dalam pernikahan.
Ezgi ditangkap pada Februari tahun lalu setelah dokter di rumah sakit mencurigai Eylul disiksa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia