Suara.com - Depresi biasanya diatasi dengan terapi atau pengobatan dari psikiater. Tapi, kesehatan orang yang mengalami depresi juga bisa sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya. Dan tahukah Anda, beberapa jenis makanan ternyata dapat membantu mengatasi depresi.
"Mengonsumsi makanan yang tepat bisa memenuhi apa yang dibutuhkan otak untuk mencegah depresi, bahkan bisa mengobatinya," ujar Lisa Mosconi, PhD, direktor of the Women's Brain Initiative, Weil Cornell Medical College, seperti dilansir dari Insider.
Jadi buat Anda yang sedang depresi atau ingin mencegahnya, berikut makanan yang sebaiknya Anda konsumsi.
1. Ikan kecil dari laut dalam
Di antaranya adalah salmon, makarel, sarden, dan herring. Semua jenis ikan ini tinggi lemak omega 3. Jenis lemak ini terbukti bisa mengurangi keparahan dari depresi dan ampuh mengurangi peradangan.
2. Cokelat
Baik cokelat ataupun yang masih berbentuk buah kakao, memiliki kandungan senyawa flavanol dan prosianidin yang bisa mengurangi terjadinya peradangan dalam tubuh.
3. Makanan probiotik
Para peneliti menemukan makanan tinggi probiotik atau bakteri baik seperti yogurt bisa membantu keseimbangan bakteri di usus. Keseimbangan bakteri ini bisa menghasilkan reaksi tubuh yang bisa mengatur suasana hati, di antaranya seperti serotonin dan asam gamma aminobutyruc atau GABA.
4. Buah dan sayuran
Mengonsumsi buah dan sayur adalah salah satu cara paling ampuh melawan peradangan, berkat kandungan antioksidan yang tinggi, yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Beberapa buah dan sayur yang kaya antioksidan di antaranya adalah kenari, buah beri, delima, cokelat hitam, kopi, teh hijau, dan herbal mint atau oregano.
Baca Juga: Makanan Berwarna Gelap Ini Bisa Diandalkan untuk Jaga Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?