Suara.com - Seorang wanita yang kehilangan indra penciuman atau anosmia karena virus corona Covid-19 mengaku sudah menemukan cara untuk mengatasi kondisinya.
Ia mengaku mengonsumsi makanan paling pedas telah berhasil mengatasi anosmianya. Wanita itu juga membagikan ceritanya mengatasi anosmia akibat Covid-19 di akun Stinky_Cat_Toes.
Wanita asal New England ini mengaku sedang mengisolasi diri di apartemen yang ditinggalinya bersama sang ibu. Ia pun sempat merasa kehabisan ide untuk mengisi waktunya selama isolasi mandiri di kamar khusus.
Sampai akhirnya, ia pun berusaha mencari cara mengatasi indra penciuman dan perasanya yang hilang akibat virus corona. Ia mencoba dengan mengonsumsi minuman dan makanan tertentu.
"Kemarin itu saya kehilangan penciuman dan rasa. Lalu, aku mencoba minum kopi hitam dan adas manis tapi tak memberikan efek apapun. Kemudian saya berpikir makanan pedas mungkin bisa membantu mengatasinya," katanya dikutip dari Fox News.
Kemudian, wanita itu memesan makanan dari restorah Thailand favoritnya. Ia memilih makanan Thailand karena kaya rempah-rempah dan pedas.
"Itu adalah pengalamanku yang paling aneh. Seluruh tubuh saya berkeringat, karena makanan itu sangat pedas," ujarnya.
Saat konsumsi makanan pedas itu, ia sempat merasakan mati rasa di badannya. Tapi, ia tetap memaksakan diri untuk menghabiskan makanan pedasnya.
Menurutnya, konsumsi makanan super pedas ini adalah hal paling menarik yang bisa dilakukannya selama 10 hari isolasi.
Baca Juga: Pakai Vaksin Pfizer, Inggris Laksanakan Vaksinasi Virus Corona Hari Ini
Karena makanan pedas itu, ia mengaku lidah dan bibirnya pun merespons dengan baik, meskipun sensasi itu cepat hilang. Namun, ia mengaku masih bisa mendeteksi rasa pahit, asin, manis atau asam walau kehilangan indra penciuman dan rasa.
"Bahkan aku tidak bisa mencium aroma pohon teh. Aku pernah mendekatkan hidungku ke secangkir kopi dan berusaha menghirupnya. Tapi, aku tetap tidak bisa mencium apapun," jelasnya.
Meskipun eksperimennya makan pedas ini tidak memberikan pengaruh signifikan pada kondisinya, tapi wanita ini senang pengalamannya itu cukup membuatnya bahagia selama masa isolasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi