- Aktivitas gerak sederhana pada 1.000 hari pertama kehidupan adalah proses belajar mengenal tubuh dan lingkungan bagi bayi.
- WHO merekomendasikan bayi aktif beberapa kali sehari, termasuk minimal 30 menit tummy time saat terjaga.
- Kenyamanan tubuh, didukung popok bersirkulasi baik, penting mendukung eksplorasi gerak optimal anak.
Suara.com - Menstimulasi Si Kecil agar terbiasa bergerak aktif setiap hari merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neurologi Anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, menegaskan bahwa setiap gerakan sederhana bayi, mulai dari tengkurap, berguling, hingga meraih mainan bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan proses belajar mengenal tubuh dan lingkungan.
“Pada 1.000 hari pertama kehidupan, setiap gerakan sederhana seperti tengkurap, berguling, atau meraih mainan menjadi bagian dari proses belajar Si Kecil mengenal tubuh dan lingkungannya. Aktivitas-aktivitas ini membantu menguatkan otot, melatih koordinasi, dan mendukung perkembangan otak," kata dia.
Pentingnya aktivitas fisik pada bayi juga sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bayi dianjurkan aktif beberapa kali sehari melalui berbagai stimulasi, termasuk minimal 30 menit tummy time saat terjaga.
Memasuki usia 1–2 tahun, anak membutuhkan setidaknya 180 menit aktivitas fisik setiap hari. Pada usia 3–4 tahun, kebutuhan tersebut tetap 180 menit per hari, dengan minimal 60 menit aktivitas berintensitas sedang hingga tinggi.
Karena itu, penting bagi orangtua untuk memaksimalkan setiap kesempatan ini melalui kegiatan yang mengajak Si Kecil aktif bergerak setiap hari di masa periode emas ini. Namun, stimulasi gerak tidak berdiri sendiri.
Kenyamanan tubuh menjadi faktor pendukung utama agar bayi bebas bereksplorasi. Stimulasi gerak, kata dia juga perlu didukung oleh kondisi tubuh yang nyaman. Pemilihan popok dengan daya serap dan sirkulasi udara yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung Si Kecil tetap aktif bergerak.
Kenyamanan Popok sebagai Pendukung Eksplorasi
Memahami keterkaitan antara kenyamanan dan aktivitas gerak, PT Oji Indo Makmur Perkasa meluncurkan inovasi popok dengan teknologi Jepang yang dirancang untuk membantu bayi tetap nyaman saat bergerak, yakni Genki Moko Moko Ichimatsu.
Baca Juga: 7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
Direktur perusahaan, Didi Rahardja, menjelaskan, pihaknya meyakini bahwa kenyamanan merupakan fondasi penting agar anak dapat bergerak aktif dan bereksplorasi dengan bebas.
"Melalui inovasi popok dengan teknologi Jepang, kami berkomitmen menghadirkan produk yang dapat diandalkan para Mama untuk mendukung Si Kecil tumbuh aktif, nyaman, dan bahagia,” kata dia.
Popok ini menggunakan struktur pola persegi berulang hingga lapisan terdalam, dikombinasikan dengan bantalan berbahan Virgin Pulp dan Maxi Gel dari Jepang.
Teknologi tersebut memungkinkan penyerapan cairan lebih cepat, distribusi merata, serta sirkulasi udara optimal sehingga kulit bayi tetap kering lebih lama dan risiko iritasi dapat diminimalkan.
Head of Marketing perusahaan, Sylvia Kuntjoro, menambahkan, Genki Moko Moko ingin orangtua memahami bahwa setiap gerakan Si Kecil merupakan bagian penting dari proses belajar dan tumbuh kembangnya.
"Karena itu, memilih popok dengan daya serap cepat dan sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mendukung kebebasan bergerak," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien