Suara.com - Vaksin Covid-19 asal Rusia, Sputnik V, melaporkan hasil sementara dari uji klinis fase tiga yang mereka sedang jalani.
Otoritas Rusia mengatakan bahwa vaksin tersebut 91,4% efektif mencegah Covid-19, setelah 21 hari pemberian dosis pertama pada peserta uji klinis.
Menurut laporan The Health Site, laporan ini dirilis pada Senin (14/12/2020) oleh co-developer Russian Direct Investment Fund (RDIF).
Dalam pernyataannya, peneliti di Gamaleya Institute mengatakan hasil tersebut berdasarkan data dari 22.714 peserta uji klinis.
Mereka menerima dosis pertama dan kedua dari vaksin Sputnik V serta plasebo pada kontrol ketiga dan terakhir dari 78 kasus yang dikonfirmasi sesuai protokol uji klinis fase tiga.
Menurut peneliti, hasil ini membantu pihak berwenang memahami kemanjuran vaksin.
Sesuai dengan pembaruan di situs web resmi Sputnik V, kemajuan ini memungkinkan bukti akhir kemanjuran vaksin lebih dari 90%.
Sejauh ini, sebanyak 26.000 sukarelawan telah divaksinasi di 29 pusat kesehatan sebagai bagian dari uji coba yang sedang berlangsung di Rusia.
Rusia juga mengklaim kemanjuran vaksin terhadap kasus covid-19 parah adalah 100%.
Baca Juga: Jawab Kabar Kehamilan Gigi, Raffi Ahmad Bersyukur Vaksin Covid-19 Tiba
Pernyataan mereka pun menyebutkan bahwa hanya ada 20 kasus parah yang tercatat dari kelompok plasebo, sementara nol kasus di kelompok vaksin.
Pengembang vaksin, Gamaleya National Research Center for Epidemiology and Microbiology of the Russian Health Ministry, berencana akan mempublikasikan data penelitian yang sesuai dengan uji klinis di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi