Suara.com - Pemerintah telah menyusun langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pintu akses penyebaran vaksin di kawasan Asia Tenggara. Bekerja sama dengan sejumlah negara di Eropa, Amerika, hingga Tiongkok, pemerintah segera merampungkan sejumlah fasilitas yang akan membuat Indonesia menjadi manufacturing hub untuk vaksin di Asia Tenggara.
Peneliti sejarah wabah, Syefri Lewis menilai langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra utama penyebaran vaksin adalah penting untuk dilakukan.
Selain untuk menjadi jalur distribusi utama, langkah ini juga penting untuk mengembangkan sarana transfer teknologi guna mempercepat kemampuan Indonesia untuk memproduksi vaksin buatan dalam negeri.
Selain itu menurut dia, Indonesia patut untuk menjadi hubungan utama penyebaran vaksin dikarenakan kenyataan bahwa jalur distribusi utama vaksin di Asia Tenggara adalah di Indonesia. Ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara.
"Indonesa harus bisa menjadi hub manufacturing vaksin karena pertama, jumlah penduduk kita yang banyak dengan jadi pusat atau hub manufacturing, kita bisa punya akses lebih cepat untuk mendapatkan dan mengirimkan vaksin ke penduduk kita," ujar Syefri lewat keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).
Dengan menjadi manufacturing hub vaksin, kata dia, Indonesia bisa lebih menekan biaya yang akan dikeluarkan terkait penyaluran vaksin kepada masyarakat.
"Indonesia bisa menekan biaya harga lebih murah terkait vaksin dengan menjadi internasional hub untuk penyebaran di Asia Tenggara," ujarnya.
Demi menyukseskan misi itu, dia menilai sangat penting untuk seluruh lembaga bersinergi di bawah payung Satgas Penanganan Covid dan Pemilihan Ekonomi.
Dia juga meminta seluruh pihak untuk menghentikan polemik terkait vaksin dan fokus pada kerja bersama dalam menyukseskan program vaksin pada seluruh masyarakat.
Baca Juga: Vaksin Sinovac Belum Dapat Sertifikat Halal, MUI: Tunggu Lengkapan Dokumen
"Tiap lembaga harus saling koordinasi untuk misi besar terkait penyaluran vaksin ke seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Peran sentral Indonesia sebagai pusat koneksi penyebaran vaksin di Asia Tenggara mendapat pengakuan dari pemerintah Tiongkok.
Pemerintah Negara Tirai Bambu itu menilai posisi dan peran Indonesia sangat vital dalam proses distribusi vaksin di Asia Pasifik.
"Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam penelitian, produksi, dan distribusi vaksin, serta mendukung pertukaran antar lembaga penelitian medis terkait untuk membantu memastikan akses ke vaksin yang terjangkau di seluruh kawasan dan di seluruh dunia," kata Anggota Dewan Negara Republik rakyat Tiongkok, Wang Yi, lewat keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.
Langkah cepat Indonesia ini ternyata ditiru oleh sejumlah negara lain seperti Singapura. Negara Jiran itu mencontoh langkah Indonesia untuk menyiapkan sejumlah fasilitas dan bandara sebagai koneksi dari distribusi vaksin.
Singapura juga mencontoh lamgkah pemerintah Indonesia untuk menyiapkan tim khusus yang menangani soal distribusi vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000