Konsumsi teh jahe panas secara rutin membantu meningkatkan kadar gula darah dan menurunkan kadar hbA1C pada penderita diabetes tipe 2.
6. Penghilang rasa sakit alami
Jahe bersifat anti-inflamasi. Jadi, ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengurangi rasa sakit seperti osteoartritis. Teh jahe juga membantu mengurangi sakit kepala, kram menstruasi, sakit tenggorokan, dan nyeri otot.
7. Meningkatkan kekebalan tubuh
Prioritas utama kami saat ini adalah menjaga kekebalan kami tetap tinggi dan ketat. Antioksidan dalam jahe dapat membantu memperkuat kekebalan dan mengurangi stres. Menghirup uap air jahe juga dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan masalah pernapasan yang disebabkan oleh flu biasa atau polusi.
8. Membantu mencegah kanker
Mengkonsumsi teh jahe dapat membantu mencegah beberapa jenis sel kanker termasuk kanker pankreas dan kanker usus besar.
9. Meningkatkan sirkulasi darah
Asam amino, vitamin dan mineral yang ada dalam teh jahe meningkatkan sirkulasi darah, yang mengurangi risiko masalah kardiovaskular. Ini membantu mencegah lemak menumpuk di arteri dan dengan demikian membantu mencegah serangan jantung dan stroke.
Baca Juga: Viral! Minum Teh di Pinggir Sungai, Ending Video Ini Berakhir Nyesek
10. Meredakan nyeri haid
Minum teh jahe memang ajaib untuk nyeri haid. Anda juga bisa mencoba merendam handuk dalam air jahe panas dan mengoleskannya ke perut bagian bawah. Anda bisa mencampurkan madu dengan teh jahe untuk menambah rasa.
11. Meredakan stres
Teh jahe memiliki efek menenangkan yang membantu menurunkan stres dan ketegangan. Aroma yang kuat dan khasiat penyembuhan jahe diyakini efektif mengurangi stres.
12. Mengobati gangguan pencernaan kronis
Nyeri dan ketidaknyamanan yang berulang di perut bagian atas adalah gejala klasik gangguan pencernaan kronis. Pengosongan perut yang tertunda adalah salah satu alasan utama dibalik gangguan pencernaan. Konsumsi teh jahe telah terbukti meningkatkan pencernaan dan pengosongan lambung.
13. Meningkatkan fungsi otak dan melindungi dari penyakit Alzheimer
Peradangan kronis dan stres oksidatif dapat mempercepat proses penuaan, yang diyakini sebagai salah satu pendorong utama penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif terkait usia.
Senyawa bioaktif dan antioksidan pada jahe dapat menghambat respon inflamasi yang terjadi di otak. Bahkan ada bukti bahwa jahe dapat membantu meningkatkan fungsi otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma