Suara.com - Setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin mengaku berkomitmen untuk menangani pandemi Covid-19. Dalam cuitannya di Twitter, Menkes Budi merespon sebanyak 459 orang tenaga kesehatan yang gugur melawan pandemi Covid-19 dan berjanji akan memberikan yang terbaik. Ia juga meminta bantuan kerjasama semua pihak untuk menang perang melawan pandemi.
"Saya komit untuk memberikan yang terbaik. Mohon kerjsamanya. Tidak mampu dan tidak mungkin saya sendiri mengatasi pandemi ini. Saya butuh bantuan teman-teman," tulis @BudiGSadikin dikutip suara.com, Kamis (25/12/2020).
Cuitan Budi menimpali postingan @dokterparu dengan nama iRandi, yang meminta perlindungannya karena kawan-kawannya sesama tenaga medis sudah berguguran.
"Lindungi kami pak @BudiGSadikin. Perang melawan #COVID19 ini sudah menyebabkan gugur sejawat kami, guru kami, keluarga kami. Butuh puluhan tahun untuk bisa menelurkan ahli-ahli ini. Kami siap berjuang, tetapi kami tidak mau sendiri," tulis @dokterparu.
Dari 459 tenaga medis yang meninggal dunia, 216 orang di antaranya merupakan dokter, 13 orang dokter gigi, 152 perawat, 557 orang bidan, 1 tenaga farmasi, 10 laboran, 2 terapis gigi, 2 sopir ambulans, 4 rekam radiologi, seorang elektromedik, dan seorang sanitarian.
Sementara itu, menimpali cuitan Menkes Budi, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM menyambut positif respon menkes baru itu, yang menunjukkan sebagai upaya komunikasi secara terbuka kepada publik.
"Sinyal dari @BudiGSadikin. Komunikasi sudah terbuka ketika merespons @dokterparu untuk bersama-sama melawan Covid-19. Mari perketat tali masker lagi, mengingat varian baru virus corona sudah sampai Singapura," timpal @ProfesorZubairi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang