Suara.com - Tahun 2020 memang membuat banyak orang menyadari pentingnya melakukan kebiasaan yang lebih sehat. Hal ini tentu saja terkait pandemi virus corona Covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun.
Oleh karena itu, Suara.com mereangkum beberapa kebiasaan sehat yang populer selama tahun 2020, antara lain:
Sebelum tahun 2020, mencuci tangan hanya sering dilakukan sebelum dan setelah makan atau saat tangan kotor. Tahun ini, mencuci tangan menjadi kebiasaan yang dilakukan di berbagai hal seperti sesampai di rumah, setelah menyentuh permukaan umum, dan lain sebagainya.
Selain itu, membersihkan tangan juga tak terbatas dengan air dan sabun, namun juga hand sanitizer.
"Baik itu pandemi corona yang meningkat dengan cepat atau apa pun, mencuci tangan adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penularan infeksi," kata Dr. Adam Friedman, profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan George Washington pada Healthline.
Selama tahun 2020, masker menjadi alat pelindung diri paling populer. Bahkan keberadaannya sempat langka di kisaran bulan Maret hingga April.
Memakai masker sendiri merupakan kebiasaan yang baik untuk kesehatan, terutama saat Anda sakit karena bisa menghindari penularan infeksi. Sementara di era pandemi, memakai masker bisa melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus corona Covid-19.
Baca Juga: Jangan Pernah Jemur Bayi Seluruh Badan, Ini Kata Dokter
"Masker bedah dan masker kain dapat mengurangi penularan virus hingga 70 persen jika semua orang memakainya dengan benar di atas hidung dan mulut," kata Purvi Parikh, seorang ahli alergi dan asisten profesor klinis di Departemen Kedokteran NYU Grossman School of Medicine seperti yang dikutip dari Healthline.
3. Berjemur
Matahari menjadi sumber vitamin D alami yang baik untuk kesehatan dan kekebalan tubuh. Selama tahun 2020, berjemur juga cukup populer dilakukan. Apalagi orang-orang memiliki waktu berada di rumah selama pandemi, sehingga memungkinkan untuk berjemur.
Beberapa peneliti menyebutkan bahwa berjemur baik untuk tulang, mencegah kanker, bahkan mengontrol suasana hati yang baik.
4. Bercocok Tanam
Selama anjuran di rumah saja, bercocok tanam secara hidroponik hingga menanam tanaman hias mulai populer di tahun 2020. Bercocok tanam sendiri melibatkan aktivitas fisik dan interaksi dengan alam. Hal ini yang membuat bercocok tanam tak hanya baik untuk kesehatan fisik namun juga mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak