Suara.com - Kekebalan tubuh sangat penting sebab kekebalan tubuh menjadi penghalang pertama masuknya infeksi penyakit dan virus.
"Jika Anda terus mengalami infeksi berulang, Anda mungkin menderita sistem kekebalan yang lemah," kata ahli penyakit dalam Louis Malinow, MD pada Insider.
Penyebab paling umum dari sistem kekebalan yang lemah adalah usia, tetapi itu bukan satu-satunya faktor potensial. Di luar usia, ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan.
"Tidur yang tidak cukup adalah penyebab lain yang sangat umum dari sistem kekebalan yang melemah dan tidur malam yang buruk juga merusak kekebalan," imbuhnya.
Melansir dari Insider, ada beberapa kondisi yang menandakan bahwa Anda memiliki kekebalan tubuh lemah, antara lain:
1. Infeksi Berulang dan Berkepanjangan
Tugas sistem kekebalan adalah mengidentifikasi, menargetkan, dan menghancurkan virus, bakteri, dan sel yang asing dalam tubuh. Jika seseorang sering sakit, maka bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalannya mungkin tidak berfungsi dengan baik.
2. Kelelahan Terus Menerus
Penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan yang rumit antara sistem saraf dan kekebalan. Ketika sistem kekebalan tidak bekerja dengan baik, sistem tersebut mengalami ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan kelelahan kronis.
3. Ruam dan Iritasi Kulit
Baca Juga: Sama-Sama Melindungi Tubuh, Mana yang Lebih Baik Antara Vitamin C dan D?
Kulit merupakan organ yang berinteraksi dan bergantung pada sistem kekebalan tubuh seperti halnya organ lainnya. Respon imun yang melemah dikaitkan dengan berbagai kondisi kulit termasuk dermatitis kontak (reaksi alergi) dan psoriasis (kondisi autoimun).
4. Masalah Perut
Sistem kekebalan yang lemah berpotensi menyebabkan masalah usus seperti sindrom iritasi usus besar.
5. Penyembuhan Luka Lambat
Sistem kekebalan memainkan peran kunci dalam penyembuhan luka. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sistem kekebalan yang melemah akan dikaitkan dengan penyembuhan luka yang lambat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026