Suara.com - Kalina Oktarini mengaku terpukul setelah dinyatakan positif virus corona Covid-19 oleh dokter yang menanganinya. Padahal Kalina mengaku belum menerima hasil tes swab.
Pihak medis menyatakan kekasih Kalina positif virus corona usai melihat hasil tes lab dan CT scan. Sedangkan, hasil tes swab PCS menunjukkan negatif virus corona.
"Dokter menyimpulkan dari hasil test lab dan CT Scan yang saya punya (Covid-19). (Tapi), pagi tadi saya dikasih tau hasil PCR sudah ada dan hasilnya bisa dilihat di slide berikutnya (negatif)," tutur Kalina melalui unggahan Instagram.
Sebelumnya, Vicky Prasetyo mengatakan kekasihnya, Kalina mengalami demam tinggi karena sakit tifus dengan gejala kelelahan.
"Kayak kecapean, terus demam. Kan tifus tensi sama suhunya nggak stabil," kata Vicky ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2021).
Gejala tifus (tipes) dan virus corona Covid-19 memang memiliki kemiripan. Sehingga kedua kondisi ini sering disalahartikan dan keliru.
Karena itu, Anda perlu memahami betul gejala-gejala yang ditimbulkan akibat penyakit tifus dan infeksi virus corona Covid-19.
Gejala Tifus
Gejala tifus pada orang dewasa bisa berlangsung selama 3 hingga 4 minggu atau lebih lama. Intensitas gejalanya pun bisa bervariasi.
Baca Juga: Lockdown Nasional, Inggris Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi Virus Corona
Dilansir dari Hellosehat, gejala tifus biasanya berupa demam yang merupakan respons peradangan ketika sistem imun sedang melawan infeksi. Biasanya, suhu tubuh akan meningkat perlahan pada minggu pertama dan akan lebih parah ketika malam hari.
Selain demam, tifus juga bisa menyebabkan gejala sakit perut bila bakteri menginfeksi usus, sembelit atau diare, mual dan muntah sebagai wujud peradangan di dalam sistem pencernaan.
Orang yang menderita tifus juga bisa mengalami penurunan nafsu makan, karena sistem imun merangsang otak untuk melepaskan zat kimia leptin yang bekerja menurunkan nafsu makan.
Gejala virus corona
Sementara itu, gejala virus corona Covid-19 yang mirip dengan tifus adalah demam dengan suhu tubuh biasanya di atas 38 derajat celcius. Tapi, demam akibat virus corona ini tidak meningkat secara perlahan dan memburuk di malam hari seperti tifus.
Selebihnya dilansir dari Alodokter, gejala virus corona Covid-19 justru lebih menyerupai gejala flu, yakni demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Karena ini termasuk penyakit pernapasan, seseorang juga bisa mengalami sesak napas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem