Suara.com - ASI tentu masih menjadi pilihan para ibu untuk diberikan kepada bayinya. Terlebih, kandungan ASI memiliki gizi yang melimpah dan bisa didapat dengan gratis lewat payudara ibu. Olah karena itu, ASI merupakan asupan terbaik bayi hingga usianya 6 bulan.
Akan tetapi, ada sebagian ibu yang mengalami masalah atau kendala dalam proses menyusui sehingga memberikan susu formula sebagai penggantinya.
Susu formula sebagai pengganti ASI pun sudah disetujui oleh badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) dengan alasan tertentu. Karenanya, pemberian susu formula sama sekali tidak masalah apabila orangtua memang tidak bisa memberikan ASI pada buah hatinya.
Untuk itu, penting bagi orangtua untuk bisa memberikan susu formula dengan takaran yang tepat agar tidak berlebihan atau overfeeding.
Perhatikan usia bayi dan berat badannya untuk bisa memberikan takaran susu formula yang tepat. Takaran yang berlebihan tentu bisa membawa sejumlah dampak buruk.
Berikut ini adalah beberapa informasi dari The Asian Parent terkait panduan pemberian susu formula pada bayi.
1. Takaran Susu Formula untuk Bayi yang Berumur 1 Minggu
Untuk bayi yang baru berumur sekitar tujuh hari, takaran susu formula yang bisa diberikan adalah sekitar 60-90 mililiter. Sedikit sekali, ya?
Namun, kebutuhan bayi di usia segitu memang belum banyak. Bayi juga tidak akan bisa menerima takaran susu formula melebihi kebutuhannya.
Lagipula, saat baru berusia seminggu, bayi biasanya memiliki pola menyusu yang cukup sering, yakni sekitar sekali dalam setiap 3-4 jam. Jika bayi Anda tidur sampai melebihi lima jam, Anda bisa membangunkan mereka untuk diberikan susu lagi.
2. Takaran Susu Formula untuk Bayi yang Berumur 1 Bulan
Bayi yang sudah berusia satu bulan memiliki berat badan yang lebih besar, sehingga kebutuhan susunya juga sudah meningkat. Di usia segini, bayi mulai sudah bisa diberikan susu formula sebanyak 75 hingga 120 mililiter, dengan jadwal pemberian susu sekitar empat jam sekali.
Asupan bayi di usia satu bulan jelas meningkat karena metabolisme tubuh bayi bekerja lebih cepat. Oleh karena itu, penting sekali bagi orangtua untuk bisa memberikan takaran susu formula yang tepat agar bayi Anda tidak merasa kelaparan dan kebutuhan nutrisinya tercukupi.
3. Takaran Susu Formula untuk Bayi yang Berumur 2 Bulan
Bayi yang memiliki usia dua bulan tentu membutuhkan lebih banyak susu dibandingkan sebelumnya. Bayi yang usianya sudah mencapai dua bulan setidaknya membutuhkan takaran susu formula sekitar 105 hingga 210 mililiter setiap kali menyusu.
Baca Juga: Studi: Menghindari Pemberian Susu Formula Turunkan Risiko Asma pada Bayi
4. Takaran Susu Formula untuk Bayi yang Berumur di atas 2 sampai 6 bulan
Ketika bayi Anda sudah menginjak usia di atas dua bulan sampai 6 bulan, ia membutuhkan setidaknya 210 hingga 240 mililiter setiap kali menyusui. Dalam tahapan usia ini, bayi bisa menyusu sebanyak empat sampai lima kali dalam satu hari.
5. Takaran Susu Formula untuk Bayi yang Sudah MPASI
Biasanya, bayi yang sudah berumur 6 bulan ke atas akan mulai diberikan makanan pendamping ASI atau lebih sering dikenal dengan MPASI. Di tahapan usia seperti ini biasanya kebutuhan susu formula bayi akan berkurang sedikit.
Dengan adanya MPASI harian, kebutuhan susu formula akan berkurang sekitar 600 mililiter. Adanya asupan nutrisi harian dari MPASI akan memenuhi sebagian nutrisi harian si kecil sehingga kebutuhan susunya pun berkurang.
Hal penting yang perlu diketahui adalah kebutuhan susu setiap bayi berbeda. Sehingga, jika bayi Anda tidak mau minum susu dalam jumlah tersebut, tidak perlu khawatir. Karena kebutuhan nutrisinya masih dapat dipenuhi dengan memberikan asupan lain.
Demikianlah pedoman untuk pemberian takaran susu formula pada bayi. Jika Anda membutuhkan pedoman takaran susu yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi anak, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter anak. Semoga bermanfaat, ya.
Sumber:
https://id.theasianparent.com/takaran-susu-bayi
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?