Suara.com - Selama ini, masyarakat mengenal susu formula sebagai pengganti air susu ibu atau ASI. Umumnya, susu formula terbuat dari susu sapi, kambing atau susu kedelai.
Siapa sangka, kini muncul pasar susu formula baru yang terbuat dari susu unta liar. Menyadur ABC News pada Kamis (12/11), unta liar memiliki beberapa kelebihan dibanding susu sapi.
Susu unta liar lebih mudah dicerna karena tidak memiliki zat penyebab alergi layaknya susu sapi atau susu kambing.
Marcel Steingiesser, co-founder dan chief executive Good Earth perusahaan yang menghabiskan waktu lima tahun mengembangkan ide ini mengatakan susu unta liar juga memiliki kasein yang tidak menggumpal di usus.
"Jadi ketika susu masuk ke usus, ia tetap berupa cairan, sehingga lebih mudah dicerna bayi," jelas Marcel Steingiesser.
Sayangnya, biaya produksi susu unta liar cukup tinggi, mencapai Rp 120 ribu per liter dan perusahaan Good Earth sudah mencari solusi untuk menurunkan biaya produksi agar terjangkau bagi semua kalangan.
"Tujuan kami bukanlah untuk menjual minuman dengan harga yang sangat mahal, tapi dapat dipasarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sehingga semua orang Australia dapat membelinya."
"Minuman ini sangat bergizi dan baik untuk kita," lanjut Marcel.
Susu formula dari unta liar ini bisa menjadi solusi dari permasalahan klasik Australia tentang potensi susu unta yang berlimpah. Jika berhasil, susu ini tak cuma mendatangkan keuntungan tapi juga jalan keluar.
Baca Juga: Studi: Menghindari Pemberian Susu Formula Turunkan Risiko Asma pada Bayi
Sayangnya, para pemerah susu tradisional kewalahan mengambil susu unta liar karena hewan ini memiliki aktif nergerak dan cenderung tak bisa diam saat diperah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?