Suara.com - Albino atau albinisme merupakan kelainan genetis yang menyebabkan pengidapnya mengalami kekurangan melanin atau bahkan sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut. Tanda-tanda albino biasanya terlihat pada warna kulit, rambut, dan mata yang berbeda, lantaran mereka tidak bisa memproduksi melanin yang menentukan warna dari kulit, rambut, dan mata.
Pigmen melanin sendiri juga berfungsi untuk melindungi kulit tubuh dan berperan dalam perkembangan saraf optik. Itu sebabnya, pengidap albino cenderung sensitif terhadap sinar matahari dan berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit. Di samping itu, mereka juga mungkin mengalami gangguan pada saraf optik yang akan menyebabkan penglihatan jadi terganggu.
Tipe dan Penyebab
Albino tidak menular. Biasanya kondisi ini terjadi karena faktor keturunan atau genetik. Di bawah ini terdapat tiga tipe albino dan penyebabnya, seperti dilansir dari Mayo Clinic.
1. Albinisme okulokutaneus (OCA)
Kelainan ini yang paling umum terjadi, dan biasanya disebabkan karena genetik yang dibawa dari orang tua. OCA menyebabkan penurunan pigmen pada kulit, rambut dan mata, serta gangguan penglihatan.
2. Albinisme okuler
Albino jenis ini biasanya terjadi karena adanya mutasi gen pada kromosom X. Albinisme okuler dapat diturunkan oleh seorang ibu yang membawa satu gen X dan bermutasi ke putranya. Biasanya jenis albino ini sangat berpengaruh terhadap penglihatannya. Albinisme okuler lebih sering terjadi pada pria, serta jauh lebih sedikit kasusnya dibandingkan OCA.
3. Albinisme yang terkait dengan sindrom herediter
Albino jenis ini sangat langka, dan biasanya terjadi karena sindrom pada tubuh, misalnya sindrom Hermansky-Pudlak. Sindrom ini termasuk bentuk OCA dengan masalah perdarahan dan memar serta penyakit paru-paru dan usus.
Selain itu terdapat Sindrom Chediak-Higashi yang mencakup bentuk OCA dengan masalah kekebalan dan infeksi berulang, kelainan neurologis, dan masalah serius lainnya.
Gejala
Gejala albino dapat dilihat terjadi pada beberapa bagian tubuh, antara lain:
1. Kulit
Biasanya kulit pengidap albino akan berwarna sangat terang (putih). Namun, terdapat beberapa kasus albino memiliki kulit coklat yang hampir sama dengan orang normal.
Baca Juga: Viral Anak Kembar Mirip Bule, Ibu: Banyak yang Tak Percaya Kami Ortunya
Selain itu, pengidap albino biasanya memiliki bintik-bintik pada wajah serta tahi lalat tanpa pigmen, biasanya berwarna merah jambu. Orang dengan albino biasanya tidak mampu untuk berjemur di bawah sinar matahari karena kulitnya akan terasa terbakar. Mereka juga tidak mengalami perubahan pigmentasi (warna kulit) sampai dewasa.
2. Rambut
Selain warna kulitnya, albino juga biasanya memiliki rambut berwarna putih. Namun, di beberapa kasus seperti keturunan Afrika atau Asia, pengidap albino mungkin memiliki warna rambut kuning, kemerahan, atau coklat. Warna rambut bisa juga menjadi gelap seiring bertambahnya usia.
3. Warna mata
Mulai dari bulu mata hingga alis pengidap albino biasanya berwarna pucat. Warna mata mereka biasanya berkisar antara biru muda hingga cokelat. Warna mata ini juga dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Minimnya pigmen pada bagian mata membuat iris agak tembus cahaya. Artinya, iris tidak bisa sepenuhnya menghalangi cahaya masuk ke mata. Oleh karena itu, pengidap albino biasanya memiliki gangguan penglihatan, seperti rabun jauh atau dekat yang ekstrem, bahkan bisa menyebabkan kebutaan total.
Pengobatan atau Pencegahan
Pengidap albino dapat hidup normal seperti masayarakat pada umumnya. Hanya saja, karena mereka memiliki kulit dan penglihatan yang sensitif, disarankan untuk menggunakan tabir surya dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit yang serius. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial