Suara.com - Ketika memasuki usia lanjut, masalah persendian sering mulai terasa lebih nyata, terutama di bagian lutut. Apa obat yang manjur?
Nyeri, kaku, dan rasa tidak nyaman saat berjalan bisa mengganggu aktivitas harian. Karena itu banyak orang mencari obat sakit lutut terbaik untuk usia 50 tahun ke atas yang aman, efektif, dan nyaman digunakan dalam jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan.
Pilihan obat untuk nyeri lutut cukup beragam, mulai dari obat pereda nyeri, antiinflamasi, hingga suplemen untuk kesehatan sendi.
Anda tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi kesehatan pribadi serta berkonsultasi dengan tenaga medis, apalagi bila memiliki riwayat penyakit tertentu.
Berikut ini beberapa rekomendasi obat sakit lutut terbaik untuk usia 50 tahun ke atas yang bisa menjadi bahan pertimbangan.
1. Farsifen Plus
Farsifen Plus sering dipilih karena praktis untuk membantu meredakan nyeri sendi ringan hingga sedang.
Produk ini umumnya mengandung kombinasi pereda nyeri dan penurun peradangan sehingga cocok digunakan ketika lutut terasa pegal atau bengkak akibat aktivitas.
Bentuknya tablet sehingga mudah diminum kapan saja sesuai aturan pakai pada kemasan.
Untuk pengguna usia lanjut, sebaiknya tetap memperhatikan riwayat lambung atau ginjal sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri. Dosis penggunaan Farsifen Plus sebaiknya mengikuti petunjuk pada label atau anjuran apoteker.
Baca Juga: 5 Lip Balm Rp50 Ribuan untuk Lembapkan Bibir Kering dan Keriput di Usia 50 Tahun
Harga Farsifen Plus berada di kisaran Rp13.633 per strip sehingga cukup terjangkau sebagai salah satu obat sakit lutut terbaik untuk usia 50 tahun ke atas untuk penggunaan jangka pendek.
2. Voltadex 50 mg
Bagi kondisi nyeri lutut dengan peradangan lebih berat, dokter terkadang meresepkan Volatdex 50 mg. Obat ini termasuk golongan antiinflamasi non steroid yang bekerja mengurangi nyeri dan bengkak pada sendi.
Karena termasuk obat resep, penggunaannya perlu pengawasan dokter, terutama pada usia 50 tahun ke atas yang mungkin memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau gangguan lambung.
Dosis Volatdex 50 mg biasanya ditentukan sesuai tingkat nyeri, riwayat kesehatan, serta obat lain yang sedang dikonsumsi sehingga tidak disarankan menentukan dosis sendiri.
Konsultasi diperlukan agar pemakaian aman dan tidak memicu efek samping. Kisaran harga Volatdex 50 mg sekitar Rp16.500 per strip, dan sering direkomendasikan dokter sebagai obat sakit lutut terbaik untuk usia 50 tahun ke atas pada keadaan tertentu.
3. Meloxicam 15 mg
Untuk mengatasi nyeri sendi kronis seperti osteoartritis pada lansia, Meloxicam 15 mg menjadi salah satu pilihan yang umum diresepkan.
Berita Terkait
-
5 Lip Balm Rp50 Ribuan untuk Lembapkan Bibir Kering dan Keriput di Usia 50 Tahun
-
5 Krim Malam Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Tanda Penuaan
-
Di Balik Operasi Lutut: Pakai Robot Hingga Kopi Bikin Osteoporosis?
-
5 Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kering Usia 50 Tahun, Bantu Kurangi Penuaan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya