Suara.com - Hari Gizi Nasional yang dirayakan setiap tanggal 25 Januari, membuka pandangan betapa pentingnya gizi atau nutrisi di dalam tubuh. Di Hari Gizi Nasional 2021 ini, pemerintah membuat tema 'Remaja Sehat, Bebas Anemia’ dengan slogan ‘Gizi Seimbang, Remaja Sehat, indonesia Kuat’.
Fokus perayaan Hari Gizi Nasional ini yaitu pada permasalahan yang terjadi di usia remaja. Masih banyak remaja di Indonesia yang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi sehingga bisa menyebabkan malnutrsi dan obesitas. Selain itu, tema anemia juga menjadi perhatian, karena berdasarkan data masih banyak remaja yang mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kekurangan gizi juga bisa berakibat malnutrisi pada tubuh, yaitu kondisi di mana tubuh tidak mendapat cukup gizi atau nutrisi, sehingga mengakibatkan tubuh terserang berbagai penyakit, salah satunya anemia yang menjadi tema Hari Gizi tahun ini. Berikut adalah dampak lain yang bisa ditimbulkan akibat kekurangan nutrisi pada tubuh, seperti dilansir dari laman NCOA.
Pada Otot dan Tulang
1. Mobilitas
Otot dan tulang sangat memengaruhi manusia untuk beraktivitas. Otot dan tulang yang lemah akan mempersulit seseorang untuk beraktivitas, seperti berjalan, berpakaian, memasak, mandi, dan lain-lain. Aktivitas yang menggunakan otot dan tulang ini sangat memerlukan protein, kalsium, dan vitamin D dalam tubuh. Kekurangan zat tersebut dapat membuat otot dan tulang lemah.
2. Postur
Kekurangan gizi pada tubuh akan mempengaruhi postur. Pada dasaranya, postur terbentuk dari otot dan tulang yang ada pada tubuh. Jika kekurangan gizi pada otot dan tulang, maka postur yang terbentuk tidak baik.
3. Kekuatan
Kekurangan gizi akan membuat otot menjadi lemah sehingga memperngaruhi kekuatan seseorang dalam menjalankan berbagai aktivitas.
4. Jatuh
Seseorang yang memiliki gizi buruk sangat berisiko saat terjatuh. Hal ini karena tulang dan sendi orang tersebut menjadi lemah karena tidak cukup gizi. Terjatuh dapat berisiko yang buruk seperti patah tulang atau cedera lainnya, bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian.
Sistem Kekebalan Tubuh dan Penyembuhan
5. Penyembuhan
Nutrisi tubuh memengaruhi pemulihan. Hal ini karena luka membutuhkan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk sembuh. Jika kekurangan gizi atau nutrisi, akan menyebabkan luka pada tubuh lebih sulit untuk melakukan penyembuhan.
6. Kanker
Kekurangan gizi juga berisiko menyebabkan kanker. Tidak hanya itu, kekurangan gizi akan membuat tubuh lebih sulit untuk mentolerir kemoterapi. Hal ini membuat kanker semakin parah dan sulit untuk diobati.
Baca Juga: Rentan Kekurangan Nutrisi, Ketahui Mikronutrien yang Bagus untuk Wanita
7. Penyakit
Ketika tubuh kekurangan nutrisi, jumlah sel darah putih bisa menurun, sehingga tubuh lebih sulit untuk menyembuhkan diri dan melawan penyakit. Selain itu, kekurangan gizi dapat menyembabkan sistem kekebalan yang buruk. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit dan infeksi pada tubuh.
Pada Organ
8. Mata
Gizi yang terdapat pada tubuh sangat mempengaruhi organ-organ tubuh, salah satunya mata. Kekurangan nutrisi seperti vitamin dan mineral dapat mempercepat kehilangan penglihatan yang disebabkan oleh glaukoma, katarak, dan degenerasi makula.
9. Otak
Kekurangan nutrisi dapat mempercepat laju hilangnya neuron otak. Hal ini dapat mengganggu kemampuan bicara, koordinasi, dan memori.
10. Ginjal
Kekurangan cairan dan elektrolit dapat menyebabkan ginjal bekerja berlebihan dan mempengaruhi kemampuannya untuk berfungsi. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, nyeri sendi, dan masalah jantung. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia