Suara.com - Sumber karbohidrat olahan seperti roti putih, sereal, pasta dan kue-kue ternyata bisa meningkatkan risiko kematian, karena memicu penyakit kronis seperti jantung hingga diabetes.
Mengutip Insider, Kamis (4/2/2021), fakta ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan St.John's, lembaga penelitian India, yang diterbitkan pada 3 Februari di jurnal BMJ. Penelitian ini melibatkan sebanyak 137.130 orang dewasa di 21 negara.
Peneliti mengumpulkan data gaya hidup, kebiasaan makan, dan demografi para peserta. Kemudian data dianalisis dan dikaitkan dengan risiko kesehatan selama 10 tahun.
Hasilnya, peserta yang makan 7 sampai 10 iris roti putih sehari, 33 persen berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.
Selebihnya, terdapat 27 persen peserta kemungkinan meninggal selama masa penelitian, akibat mengonsumsi satu porsi lebih banyak sehari.
Uniknya, tidak semua peserta yang mengonsumsi karbohidrat berisiko mengalami serangan jantung atau stroke. Peserta yang banyak mengonsumsi biji-bijian dan nasi putih diketahui tidak punya risiko yang lebih tinggi.
Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya kualitas sumber karbohidrat yang baik agar tetap menjalani pola hidup sehat. Menurut peneliti, sumber karbohidrat olahan sebaiknya dihindari atau dikurangi.
Karbohirat olahan bisa menjadi tidak sehat akibat dari proses penyulingan bagian biji-bijian yang terkikis seperti serat, asam lemak, atau bahan dasar tanaman yang disebut fitokimia yang baik untuk kesehatan hilang karena proses produksi karbohidrat olahan.
Baca Juga: Ekstrak Ganja Diklaim Dapat Kurangi Risiko Kematian Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh