Suara.com - Penyanyi Ari Lasso mengaku pernah terinfeksi virus corona Covid-19 pada pertengahan Januari lalu. Ia mengaku mengalami gejala virus corona seperti demam, badan nyeri dan kehilangan indra penciuman (anosmia).
"Aku ngalamin, hilang cuma dua hari. Hari Rabu sampai hari Jumat," kata Ari dalam YouTube Ari Lasso TV.
Saat kehilangan indra penciuman alias anosmia, mungkin akan mengesalkan karena beberapa hal tak lagi terasa seperti bau kopi hingga wangi parfum. Dalam hal ini, indra penciuman bisa dilatih kembali secara mandiri.
“Idenya adalah bahwa ini adalah pilihan pengobatan mandiri yang sangat aman tanpa efek samping yang telah membantu, termasuk dalam kasus kehilangan penciuman pasca paparan virus,” kata ahli THT Raj Sindwani, MD seperti yang dikutip dari laman resmi Cleveland Clinic.
"Ini memanfaatkan apa yang disebut bau primer, yakni menggunakan bau utama untuk melatih kembali hidung mengandalkan ingatan untuk melatih saraf tersebut agar hidup kembali," imbuhnya.
Melansir dari Cleveland Clinic, bau primer untuk melatih penciuman adalah bunga (mawar), buah (lemon), aromatik (cengkeh atau lavender ) dan resin (kayu putih).
“Dengan empat bau utama ini, kami meminta pasien untuk mengambil setiap bau, biasanya dalam bentuk minyak atau batang pengharum, lalu meletakkannya di bawah hidung mereka dan menghirup dalam-dalam aroma tersebut selama 15 hingga 20 detik,” Dr. Sindwani menjelaskan.
“Dan saat Anda menghirup, Anda dengan sengaja mencoba memikirkan dan mengingat seperti apa aroma dan bahkan bentuk mawar, membayangkan mawar dan seperti apa baunya.”
Dokter Sindwani menyarankan untuk melakukan latihan ini dua hingga tiga kali sehari untuk sementara waktu. Praktik ini bisa dilakukan berkelanjutan dalam tiga bulan, enam bulan, dan bahkan hingga satu tahun. Dalam beberapa situasi, Anda juga bisa menggunakan semprotan steroid untuk melatih penciuman.
Baca Juga: Kemenkes Targetkan 11.600 Nakes Lansia Segera Divaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia