Suara.com - Kelompok lansia di atas 60 tahun boleh mendapatkan vaksin COVID-19 buatan Sinovac, berdasarkan keputusan terbaru dari pemerintah.
Di Papua, dr Renny Bagus yang berusia 65 tahun menjadi tenaga kesehatan lansia pertama yang mendapatkan vaksin COVID-19.
"Memang benar saya menjadi nakes tertua di Papua yang menerima vaksin COVID-19," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Papua dr. Renny Bagus, dilansir ANTARA.
dr. Renny yang mengaku divaksin Senin (8/2) menyatakan, tidak ada keluhan berarti yang dirasakan sejak divaksin.
Nakes harus menjadi pelopor penerima vaksin COVID-19 yang memang awalnya diutamakan untuk tenaga kesehatan.
Kesempatan itu seharusnya diambil karena dengan menerima vaksin dapat meningkatkan kekebalan tubuh si penerima sekaligus melindungi diri sendiri, kata dr. Renny yang mengaku tidak ada kesiapan khusus sebelum menerima vaksin tersebut.
"Nakes diharapkan dapat mengikuti program pemberian vaksin COVID-19 karena saat ini diutamakan nakes sehingga menjadi contoh bagi masyarakat yang juga akan menjadi sasaran vaksin tersebut," harap dr. Renny.
Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Papua de. Aaron Rumainum secara terpisah mengakui pencapaian vaksinasi COVID-19 baru mencapai 16,84 persen untuk vaksin pertama atau 3.288 orang yang divaksin.
Sedangkan penerima vaksin kedua baru 3,45 persen atau 673 orang, kata Aaron seraya menambahkan, target nakes yang divaksin sebanyak 19.529 orang.
Baca Juga: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Dapat Jatah Vaksin Lansia
"Mudah-mudahan target nakes dapat terpenuhi sehingga nakes terlindungi dari COVID-19," harap dr. Aaron Rumainum.
Berita Terkait
-
1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua
-
Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah