Suara.com - Penyakit kardiovaskular atau jantung tergolong menjadi salah satu penyakit kronis yang mematikan. Namun sebuah makanan kecil, yakni blueberry mungkin bisa jadi perisai Anda untuk menghindari penyakit kardiovaskular.
Melansir dari Eat This, blueberry telah terbukti secara ilmiah sebagai makanan untuk menghindari penyakit jantung karena dikenal sebagai sumber polifenol yang baik di mana dapat membantu mengurangu risiko kardiovaskular dan pencegahan penyakit.
"Semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa blueberry dapat menjadi bagian dari pola makan untuk meningkatkan kesehatan jantung, terutama sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan," kata Maya Feller, MS, RD, CDN dari Maya Feller Nutrition yang berbasis di Brooklyn seperti yang dikutip dari Eat This.
"Blueberry mengandung vitamin yang bermanfaat (seperti C, K, mangan, dan kalium) dan merupakan sumber serat yang bagus, mengandung 3,6 gram serat per porsi," imbuhnya.
Menurut Feller, blueberry telah disertifikasi sebagai penyehat jantung melalui American Heart Association Heart-Check Food Certification Program.
Mikronutrien dan serat adalah manfaat kesehatan penting yang berasal dari blueberry. Sementara kandungan antosianin dan polifenol menurut penelitian telah terbukti secara signifikan meningkatkan kesehatan dan menghindari penyakit jantung.
"Di luar rasa manisnya yang tajam, blueberry menawarkan banyak manfaat kesehatan," kata Anya Guy, RD kepada Mayo Clinic.
"Blueberry, khususnya, memiliki sekitar 25 antosianin yang berbeda; sedangkan, buah beri lain mungkin hanya memiliki dua atau tiga," imbuhnya.
Satu studi yang diterbitkan oleh Nutrition Reviews menunjukkan bahwa antosianin adalah nutrisi utama yang dapat membantu mengurangi risiko kardiovaskular. Hal ini disebabkan karena antosianin bersifat antiinflamasi dan dapat membantu menurunkan kolesterol LDL (jahat).
Baca Juga: Perlukah Menghindari Daging Merah untuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem