Suara.com - Sebuah studi baru yang terbit dalam jurnal The BMJ pada awal Desember tahun lalu menunjukkan bahwa mengganti daging merah dengan makanan nabati dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner (PJK).
Makanan nabati yang dimaksud seperti kacang-kacangan, polong-polongan, atau ledelai. Namun, jika digali lebih dalam, rekomendasi umum ini memiliki beberapa area abu-abu, lapor Verywell Health.
Studi kohort prospektif ini mengevaluasi 43.272 pria tanpa kardiovaskular saat studi dimulai. Menggunakan kuesioner frekuensi makanan, para peneliti dapat menilai apakah faktor-faktor risiko tertentu dikaitkan dengan risiko PJK.
Data ini juga menunjukkan beberapa hal:
- Asupan daging merah total, tidak diolah, dan diproses masing-masing dikaitkan dengan risiko PJK yang sedikit lebih tinggi.
- Dibandingkan dengan daging merah, satu porsi kombinasi sumber protein nabati per hari dikaitkan dengan risiko PJK yang lebih rendah dibanding daging merah.
Terlepas dari temuan ini, para ahli memperingatkan agar tidak menghindari daging dari pola makan, terlebih karena batasan seputar desain penelitian.
Ahli diet dan blogger terdaftar di Snacking in Sneakers, Chrissy Carroll, mengatakan dalam studi ini peserta yang makan paling banyak daging merah juga memiliki gaya hidup buruk.
Menurutnya, kemungkinan penyebab risiko penyakit adalah karena keseluruhan dari gaya hidup mereka daripada pola makan saja.
Selain itu, Carroll menyoroti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini tidak membedakan antara daging tanpa lemak versus daging berlemak tinggi.
Jadi, makan makanan nabati dinilai membantu mengurangi risiko PJK. Namun, para ahli tidak beranggapan seseorang harus menghindari makan daging merah sama sekali.
Baca Juga: Studi: Pangkas Asupan Daging Merah Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun