Garam dapat membantu mengurangi kram pada otot. Asosiasi Pelatih Atletik merekomendasikan untuk menambahkan 0,3 hingga 0,7 gram garam ke dalam botol air untuk membantu Anda menghindari kram.
C. Melakukan peregangkan
Melakukan peregangan dapat membuat otot akan menjadi lebih fleksibel dalam gerak. Peregangan juga membantu meredakan nyeri.
Selain itu, saraf-sara di dalam otot saat melakukan pergenganan akan tertarik sehingga tidak telalu kaku saat bergerak.
D. Tingkatkan intensitas
Tubuh yang kram terjadi karena jarangnya otot bergerak sehingga membuatnya kaku. Oleh karena itu saat melakukan olahraga seperti renang, akan membuatnya kaget dan kejang sehingga muncul rasa sakit.
Untuk itu, diperlukan latihan yang lebih sering dengan porsi yang cukup agar tubuh terbiasa untuk bergerak.
Kram juga cenderung terjadi saat kita memaksakan diri lebih keras dari biasanya. Oleh karena itu, seseorang juga perlu mengetahui batas kemampuannya agar tidak memaksanya secara berlebihan. Sesuatu yang dilakukan berlebihan juga tidak akan baik untuk tubuh. (Fajar Ramadhan)
Baca Juga: Catat, Ini Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Protein Jika Ingin Tubuh Berotot
Berita Terkait
-
Intip Rutinitas Sabtu Pagi Prabowo: Berenang di Hambalang Lalu Terbang ke Magelang
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
-
Cegah Nyeri Otot dan Sendi, Ini Tips Tetap Bugar Selama Puasa
-
Apakah Boleh Berenang saat Puasa? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?