Suara.com - Stres dan masalah mental tidak bisa disangkal di era pandemi yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Terlebih lagi, banyak orang yang masih takut untuk mengunjungi berbabagi layanan kesehatan.
Melansir dari Times of India, ada beberapa jenis rempah yang bisa meningkatkan kesehatan mental, antara lain:
1. Lavender
Banyak orang yang beralih ke pengobatan alami untuk menghilangkan stres dengan menggunakan lavender dalam membantu menenangkan saraf. Penelitian menunjukkan bahwa lavender essential oil (LEO) mengandung bahan kimia yang disebut terpene linalool dan linalyl acetate yang mungkin memiliki efek menenangkan pada reseptor kimia di otak.
Sebuah ulasan tahun 2017 melaporkan bahwa minyak esensial lavender dapat bermanfaat bagi pengobatan jangka pendek untuk gangguan kecemasan. Anda bisa membuat teh dari daun lavender atau menambahkan minyak atau bunga ke air mandi Anda.
2. Peppermint
Peppermint juga merupakan agen penyedap yang umum dalam makanan dan minuman. Daun dan minyak dari tanaman peppermint digunakan sebagai obat untuk mual, gangguan pencernaan hingga menghilangkan stres dan kecemasan.
Menurut Healthline, beberapa penelitian menunjukkan bahwa aroma pada tanaman dapat membantu mengurangi rasa frustrasi, cemas, dan kelelahan. Anda bisa menggunakan daun peppermint kering dan segar untuk membuat teh. Banyak orang menggunakan minyak peppermint untuk memperbaiki suasana hati, meredakan sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri.
3. Kamomil
Baca Juga: Trauma Masa Kecil Ternyata Berdampak ke Otak, Efeknya Terasa hingga Dewasa?
Ramuan berbunga ini dapat membantu menghilangkan stres dan kecemasan. Namun, ramuan tersebut dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu seperti warfarin pengencer darah. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap kamomil. Jadi, jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau jenis obat apapun, Anda harus selalu memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi teh atau suplemen chamomile.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia