Suara.com - Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama obat Lianhua Qingwen. Obat ini, dalam satu tahun terakhir, banyak diburu dan dikonsumsi oleh orang yang terinfeksi Covid-19. Hal tersebut lantaran obat tersebut sangat dipercaya dan sangat ampuh dalam menyembuhkan virus corona. Tapi, apakah benar obat tersebut ampuh?
Belum lama ini salah seorang pengguna TikTok bernama dr. Marco Vidor mengungkap apakah obat tersebut efektif untuk mengobati orang yang terkena Covid-19.
Dengan video yang berdurasi selama 49 detik tersebut, Marco mengaku sangat skeptis ketika obat tersebut menjadi tenar. Pasalnya, sebagai dokter, berdasarkan panduan sebagai dokter, kita harus berpatokan kepadan panduan dokter spesialis.
“Nah kalau liat di pedoman dokter spesialis itu nggak ada obat itu dianjurkan untuk Covid-19. Jadi kemudian ia pun mencari di jurnal-jurnal apakah obat Cina itu apa manfaatnya,” kata Marco dikutip dari video tersebut.
Setelah mencari dari berbagai jurnal, Marco merasa terkejut ketika mendapati obat Cina tersebut sangat bermanfaat.
“Jadi ternyata obat Lianhua Qingwen diakui bermanfaat untuk mengurangi gejala Covid-19 secara signifikan. Jadi sekali lagi bukan untuk menyembuhkan Covid-19, tapi untuk membantu mengurangi gejala,” katanya.
Unggahan video tersebutpun dibanjiri komentar para netizen. “Bagi yang punya riwayat sakit lambung, hindari konsumsi obat ini, karena akan menyebabkan mual. (Pengalaman saya pribadi dan beberapa teman,” kata @Robin Red.
“Pengalaman saya menjadi pasien Covid-19 di RS Besar DKI Jakarta sempat saya tanyakan perihal obat seperti ini bahkan saya tunjukkan. Saat kunjungan dokter serta konsul ke dia, apakah obat ini aman dikonsumsi untuk pasien covid katanya kalau bisa tidak dianjurkan,” kata @DikDoang.
“Ini tuh obat herbal. Dimana-mana obat herbal tujuannya untuk memelihara kesehatan atau meringankan gejala, bukan mengobati. Jadi jangan salah kaprah dengan obat,” kata @william huang.
Baca Juga: Tiga Obat yang Diklaim Bisa Meringankan Gejala Covid-19, Apa Saja?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?