Suara.com - Demi Lovato mengatakan dirinya sempat mengalami buta sementara saat ia mengalami overdosis yang hampir fatal pada Juli 2018 lalu.
Dalam tayangan dokumenter Demi Lovato: Dancing with the Devil di Youtube, Demi mengungkapkan ia sempat mengalami serangan jantung dan stroke sebanyak tiga kali setelah overdosis heroin itu.
Kemudian, ketika ia terbangun di rumah sakit, Demi tidak bisa melihat. Dokter mendiagnosisnya mengalami buta sementara.
Dua bulan setelahnya, Demi mengatakan penglihatannya berangsur membaik dan sudah mulai bisa membaca lagi.
Namun, meski Demi sudah kembali mendapatkan kemampuannya, ia masih mengalami dampak gangguan mata hingga saat ini.
Terkadang, kondisi ini membuatnya kesulitan. Misalnya, Demi pernah salah menuang air di luar gelas karena tidak bisa melihatnya secara jelas.
Ketika Demi melihat lurus ke depan, titik buta mengaburkan penglihatannya. Jadi, ia sering menggunakan penglihatan periferal atau penglihatan tepi mata ketika menggunakan ponselnya.
Bahkan, Demi akan menggunakan pesan suara daripada mengetiknya.
Meski begitu, Demi sudah terbiasa dengan hal ini dan sudah dapat menerima kondisinya.
Baca Juga: Anak Terlalu Lama Melihat Layar Gawai, Waspada 2 Masalah Kesehatan Mata Ini
"Sangat menarik betapa cepatnya aku beradaptasi. Aku tidak menyisihkan waktu untuk benar-benar sedih. Aku hanya berpikir, bagaimana cara memperbaikinya?," kata Demi, dilansir Insider.
Selain membahas dampak fisik dari overdosisnya, Demi juga membahas gejolak emosional yang dia alami dari masa kanak-kanak hingga kini.
"Banyak yang ingin aku katakan selama dua tahun terakhir ini, ingin meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku punya banyak nyawa. Seperti kucingku, kau tahu? Aku sedang dalam kehidupan kesembilan," imbuhnya dalam trailer dokumenter.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga