- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewajibkan 30 persen lapangan kerja proyek pembangunan LNG Abadi Masela diberikan kepada masyarakat lokal Maluku.
- Proyek strategis senilai USD 20,9 miliar ini diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional Maluku.
- Pemerintah memberikan hak kelola sebesar 10 persen kepada BUMD untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah serta mendanai berbagai pembangunan.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewajibkan alokasi minimal 30 persen lapangan pekerjaan diprioritaskan bagi masyarakat Maluku dan Kepulauan Tanimbar dalam pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela.
Bahlil mengatakan proyek senilai USD 20,9 miliar ini didesain untuk memberikan dampak ekonomi dan fiskal yang signifikan bagi daerah sejak awal pembangunannya.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30 persennya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil lewat keterangannya yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026).
Saat beroperasi penuh, Lapangan Abadi Masela diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku sebesar USD 95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD 92 miIiar. Secara nasional, proyek ini diperkirakan menyumbang USD 137,8 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Bahlil menambahkan, keberadaan proyek ini juga akan memicu multiplier effect di tingkat lokal melalui pertumbuhan industri pendukung, penguatan UMKM, percepatan pembangunan infrastruktur kawasan, serta penguatan energi domestik lewat penyediaan gas pipa sebesar 150 MMSCFD untuk kebutuhan industri dalam negeri.
Guna memastikan perputaran ekonomi dinikmati langsung oleh daerah, pemerintah memberikan hak kelola atau Participating Interest (PI) sebesar 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Maluku. Kebijakan ini, bersama dengan Dana Bagi Hasil (DBH) migas, ditujukan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menyatakan bahwa tambahan pendapatan daerah dari sektor migas ini akan dialokasikan sebagai modal utama untuk mendanai program pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur birokrasi di kawasan kepulauan.
"Pendapatan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mendanai berbagai program pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan status administratif kawasan untuk mempercepat birokrasi pembangunan di kawasan kepulauan," kata Ricky.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, studi dari Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura memperkirakan proyek ini akan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak masa konstruksi. Masuknya ribuan tenaga kerja ini diharapkan dapat langsung menggerakkan sektor riil dan konsumsi di sekitar wilayah operasi proyek.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Berita Terkait
-
Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah
-
Wakil Ketua DPR Apresiasi Groundbreaking Proyek Masela Rp355 Triliun
-
Setelah 28 Tahun Mangkrak, Bahlil: Baru Zaman Prabowo Proyek Masela Jalan
-
Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas
-
Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?
-
Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka
-
InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%
-
4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga
-
Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026
-
Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026
-
Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless
-
Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut
-
Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura
-
57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat