Suara.com - Anak-anak yang masih harus menjalani sekolah secara daring berisiko alami masalah kesehatan mata. Sebab, melihat layar gawai dalam waktu lama bisa membuat kesehatan mata berkurang.
Dokter spesialis mata dr. Yulinda I. Soemiatno, Sp.M., mengatakan bahwa sedikitnya ada dua masalah kesehatan mata yang bisa muncul akibat menatap layar gawai terlalu lama.
"Yaitu satu disebut digital eye strain, kedua adalah myopia atau mata minus," kata dokter Yulinda saat webinar Kodomo Challange, Kamis (18/3/2021).
Digital eye strain merupakan kumpulan gejala yang bisa muncul karena pemakaian gawai terlalu lama. Menurut Yulinda, menatap layar dalam waktu 2 jam non stop saja bisa menimbulkan berbagai gejala masalah mata.
Seperti mata kering, penglihatan buram, hingga mengakibatkan rasa nyeri dan lelah.
Pada anak yang sudah agak besar atau remaja, keluhan tersebut mungkin bisa disadari. Tetapi, pada anak di bawah lima tahun, kebanyakan anak-anak tersebut tidak mengalami keluhan apa pun meski sebenarnya matanya sudah mulai kelelahan.
"Bisa saja mereka berjam-jam di depan layar, tapi sebenarnya mereka sudah mulai memaksakan mata terhadap sesuatu yang akhirnya menyebabkan keluhan yang mereka tidak bisa jelaskan," imbuh Yulinda.
Sementara mata minus atau myopia di mana anak sudah tidak bisa melihat dalam jarak yang jauh. Dokter Yulunda menjelaskan, myopia terjadi karena bola mata telah memanjang dan akomodasi yang berlebihan.
"Akomodasi adalah suatu keadaan di mana mata bekerja. Sementara kalau kita melihat jauh mata relaksasi dan akibat bola mata yang semakin memanjang akhirnya minus akan semakin bertambah seiring bertambahnya," paparnya.
Baca Juga: Ingat, Asap Rokok Juga Bisa Membahayakan Kesehatan Mata
Selama melakukan sekolah daring, anak mungkin saja tidak mengeluhkan gejala myopia sebab belajar hanyandengan menatap gawainya. Tetapi jika kembali ke sekolah dan menatap papan tulis, dokter Yulinda mengatakan bahwa kemungkinan anak baru akan menyadari jika pandangan matanya dalam jarak jauh sudah agak buram.
"Kalau nanti mereka ke sekolah dengan penglihatan dengan mata minus, mungkin sudah mengalami kesulitan. Tapi dengan adanya sekarang, mereka di depan layar sekolahnya, akhirnya belum tentu menunjukkan gejala tersebut," ucapnya.
Berita Terkait
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Waspada, 10 Kebiasaan Ini Bisa Mengganggu Penglihatan dan Rusak Kesehatan Mata Anda
-
Mata Perih Kayak Kena Semprot Merica? Ini 6 Cara Simpel Atasi Sindrom Mata Kering
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak