Suara.com - Hampir seluruh negara di dunia gencar menjalankan vaksinasi Covid-19, namun tidak sedikit orang yang takut jarum suntik perlu mendapat perhatian. Pasalnya hingga saat ini, metode penyuntikan masih jadi satu-satunya cara memvaksinasi Covid-19.
Orang yang takut terhadap jarum suntik disebut dengan Trypanophobia. Data menunjukkan ada 20 persen orang takut jarum suntik dalam batas tertentu, sehingga bisa menahannya. Namun ada 10 persen orang takut jarum, yang sampai di tahap fobia jarum suntik.
Mengutip insider, jika Anda takut jarum suntik tapi harus divaksin Covid-19. Ini 3 cara mengurangi ketakutan saat disuntik mengutip Insider, Sabtu (20/3/2021).
1. Fokus mengambil napas
Fokus pada pernapasan bisa membantu Anda mengurangi kecemasan. Ada beberapa teknik pernapasan agar lebih tenang, seperti menarik napas dalam dari hidung lalu hembuskan napas melalui mulut.
2. Alihkan perhatian Anda
Gangguan perhatian atau kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian, bisa membantu meredakan kecemasan khususnya saat Anda mengalami ketakutan terhadap jarum suntik sangat parah.
"Metode pengalih perhatian bisa membantu orang mengatasi ketakutan ringan, tapi sayangnya tidak membantu jika mengalami ketakutan parah dan lama," terang Psikolog di Lenox Hill Hospital Sabrina Romanoff, PsyD.
3. Konsumsi obat
Baca Juga: BPOM Rilis Rekomendasi Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Jika Anda fobia jarum suntik sangat parah, maka tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter sebelum divaksin, dan meminta obat anti kecemasan seperti Xanax atau Valium. Dokter biasanya akan meresepkan obat tersebut sebelum Anda harus disuntik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi