Suara.com - Pandemi Covid-19 masih terjadi di seluruh dunia, bahkan penularannya meningkat di beberapa negara.
Dikutip dari situs worldometers.info tercatat, sebanyak 522.522 orang di dunia terinfeksi virus corona SARS Cov-2 tersebut dalam 24 jam terakhir.
Infeksi harian paling banyak dilaporkan terjadi di India dengan angka 92.998 kasus. Jumlah itu terbanyak sejak Oktober tahun lalu. Demikian pula dengan angka kematian yang mencapai 514 jiwa dalam satu hari.
Sempat alami tren penurunan kasus juga kematian, sejak awal Maret penularan virus corona di India kembali meningkat.
Lonjakan kasus positif Covid-19 terparah terjadi di negara bagian Mahaashtra, terutama di Kota Mumbai. Pusat ekonomi India itu melaporkan 9.108 kasus positif dan 27 jiwa kematian dalam satu hari, tertinggi sejak November 2020, dikutip dari Times of India.
Saat ini jumlah kasus Covid-19 di India telah lebih dari 12,48 juta kasus, terbanyak ketiga di dunia. Juga 164.655 orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona tersebut.
Bukan hanya India, lonjakan kasus juga masih terjadi di Brasil. Penularan virus corona di Brasil meningkat sejak Februari akibat paparan mutasi baru virus corona varian P1 yang ditemukan di Brasil. Total kasus Covid-19 di Brasil tercatat 12,95 juta dan kematian terbanyak kedua dengan jumlah 330.297 jiwa.
Dikutip dari worldometers.info per Minggu (4/3) pukul 07.02 WIB, total kasus Covid-19 tercatat 131.327.314 tersebar di 221 negara. Di antara jumlah itu 105,71 juta orang telah dinyatakan sembuh dari infeksi. Tetapi lebih dari 2,85 juta jiwa meninggal dunia.
Hingga sekarang masih ada 22,75 juta orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 diseluruh dunia. Sebanyak 97.347 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Pasien Covid-19 dengan kondisi kritis tercatat paling banyak di India (8.944), Amerika Serikat (8.667), dan Brasil (8.318).
Baca Juga: Warga Sudah Saling Rindu, Kapan Akses Batam-Singapura Dibuka?
Sementara kasus aktif secara keseluruhan terbanyak ada di Amerika Serikat (6,9 juta), Perancis (4,3 juta), dan Brasil (1,3 juta). Hanya tiga negara itu yang masih memiliki kasus aktif di atas 1 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun