Suara.com - Badan antariksa Amerika Serikat NASA memperkirakan akan mengalami kerugian sebesar tiga miliar dolas AS akibat pandemi virus corona penyebab sakit Covid-19.
Dalam laporan dari NASA Office of Inspector General yang dipublikasikan 31 Maret 2021 lalu, dampak pandemi telah mengganggu lusinan proyek, mulai dari pengembangan pesawat hingga misi stasiun luar angkasa.
Data menunjukkan dampak pandemi sangat berpengaruh pada teknologi yang sedang dikembangkan, mencakup James Webb Space Telescope, Nancy Grace Roman Space Telescope, dan roket Space Launch System (SLS),
Misi Clipper Europa, kapsul kru Orion, dan misi Plankton, Aerosol, Cloud, Ocean Ecosystem (PACE) juga mendapatkan perhatian khusus.
"Perkiraan untuk penundaan dan tantangan ini diperkirakan hampir 3 miliar dolar AS. Namun, NASA tidak dapat mengukur dampak lengkap pandemi pada program dan proyeknya sampai setelah keadaan darurat Covid-19 mereda," tulis laporan tersebut, seperti dikutip dari Space.com pada Minggu (4/4/2021).
Selain dampak biaya, tanggal peluncuran untuk beberapa misi NASA juga terpaksa ditunda antara satu hingga 10 bulan.
Laporan tersebut mencakup analisis individu untuk 18 proyek NASA yang berbeda, menggali dampak spesifik Covid-19, dan menyoroti masalah anggaran serta jadwal yang disebabkan oleh pandemi. Dari jumlah tersebut, 12 proyek diklasifikasikan sebagai terkena dampak "signifikan".
Beberapa masalah tersebut berdampak pada proyek yang telah dijadwalkan. Pandemi memaksa NASA untuk menunda peluncuran James Webb Space Telescope lagi, mendorong target tanggal peluncuran dari Maret 2021 hingga 31 Oktober.
Selain itu, peluncuran teleskop antariksa besar berikutnya, Nancy Grace Roman Space Telescope, juga akan ditunda sekitar enam bulan, dari Desember 2025 hingga Juni 2026 karena keterlambatan pengiriman peralatan.
Baca Juga: 5 Pasien Dinyatakan Sembuh, Pulau Belakangpadang Kota Batam Bersih Covid-19
Di sisi lain, penutupan fasilitas di NASA demi mencegah penyebaran virus Corona juga menghambat Low-Boom Flight Demonstrator, sebuah proyek yang mengembangkan pesawat bernama X-59 yang mampu terbang lebih cepat dari kecepatan suara tetapi tidak menghasilkan ledakan sonik.
NASA memperkirakan bahwa penerbangan pertama X-59 akan ditunda selama empat bulan, meskipun belum menentukan tanggal peluncuran target baru.
Proyek kerja sama juga terkena imbasnya. Misi NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar (NISAR), sebuah kolaborasi pengamatan Bumi dengan Organisasi Riset Luar Angkasa India, akan diluncurkan sekitar tujuh bulan lebih lambat dari yang direncanakan sebelumnya.
Peluncuran PACE, satelit pengamat kedua Bumi, juga akan tertunda sekitar sembilan bulan, hingga Desember 2023.
NASA mungkin akan menghadapi lebih banyak penundaan peluncuran dan kerugian biaya karena ketidakpastian yang terus berlanjut seputar pandemi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan