Suara.com - Sarapan sangat penting bagi tubuh, meskipun banyak orang melewatinya karena berbagai alasan. Di sisi lain, beberapa orang juga mungkin memiliki kebiasaan mengonsumsi menu sarapan yang sama setiap harinya.
Kebiasaan sarapan dengan menu yang sama setiap hari mungkin terdengar membosankan. Tapi, kebiasaan ini justru bisa membuat Anda menjadi lebih baik.
Berikut dilansir dari Bright Side, berikut ini beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi menu sarapan yang sama setiap harinya.
1. Otak akan lebih fokus
Makan menu sarapan yang sama setiap harinya bisa membantu Anda lebih fokus untuk memikirkan hal-hal lainnya yang lebih penting. Jadi, otak akan lebih berkonsentrasi pada hal penting daripada memikirkan menu sarapan.
2. Menurunkan berat badan
Penelitian telah mengungkapkan bahwa konsumsi makanan yang sama setiap hari bisa membantu menurunkan berat badan. Karena, Anda memiliki kendali besar untuk menentukan makanan yang dikonsumsi.
Sehingga Anda bisa menghindari lonjakan gula dan lemak yang bisa menurunkan asupan kalori dan berat badan.
3. Pengeluaran untuk makan lebih ringan
Baca Juga: Makan Es Krim Bikin Anak Pilek, Mitos atau Fakta?
Sarapan menu yang sama setiap hari juga akan membantu mengontrol pengeluaran Anda, seperti makan oatmeal, susu dan pemanis. Anda akan lebih mudah memprediksi pengeluaran ketika berbelanja.
4. Nutrisi yang baik
Jika Anda terbiasa mengonsumsi menu sarapan yang bernutrisi, maka menu makanan yang sama setiap harinya akan membantu Anda mendapatkan nutrisi maksimal.
5. Olahraga rutin
Karena pikiran tidak terlalu fokus menentukan menu sarapan setiap harinya, pola makan ini akan membantu Anda meluangkan waktu untuk olahraga rutin demi menjaga kebugaran tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin