Suara.com - Makan salah satu faktor yang bisa berdampak langsung pada kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Sehingga ada beberapa menu sarapan yang harus dihindari untuk mengontrol kadar gula darah.
Menurut National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diet untuk diabetes tipe 2 adalah tindakan penyeimbangan gula darah dengan mengonsumsi karbohidrat, lemak dan protein sehat.
Tujuan utamanya adalah memiliki makanan yang kaya nutrisi secara alami agar kadar gula darah penderita diabetes tipe 2 tidak naik turun.
Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, pasien bisa mengalami gejala sering buang air kecil lebih sering, rasa haus berlebihan, kelelahan dan sakit kepala.
Gejala-gejala ini bisa berdampak buruk pada kesehatan seseorang secara keseluruhan bila tidak diobati.
Tapi dilansir dari Express, makanan tertentu harus dihindari karena bisa meningkatkan gula darah dan peradangan.
1. Sereal manis
Menurut ahli kesehatan, konsumsi sereal adalah cara terburuk untuk penderita diabetes tipe 2.
Karena, beberapa sereal yang terlihat sehat justru tidak baik bagi penderita diabetes tipe 2.
Baca Juga: Lebih Menular, Virus Corona Varian Inggris Tak Lebih Mematikan
"Sereal bisa mengandung gula bebas dalam jumlah tinggi dan lebih rendah serat. Sarapan manis juga memberikan sedikit protein," jelas ahli kesehatan.
2. Makan ringan kemasan
Makanan seperti pretzel, kerupuk dan produk kemasan lainnya bukanlah pilihan yang baik bagi penderita diabetes tipe 2.
Makanan ini sering diolah menggunakan tepung olahan dan memberikan sedikit nutrisi.
3. Minuman manis
Minuman manis adalah pilihan minuman terburuk bagi penderita diabetes tipe 2.
Penelitian di BMJ telah menganalisis minuman manis dan pengaruhnya terhadap diabetes tipe 2.
Studi itu menemukan bahwa minuman manis memiliki risiko terbesar untuk meningkatkan gula darah tinggi, selain makanan manis.
Kesimpulannya, minuman manis sarat dengan fruktosa terkait dengan resistensi insulin dan diabetes.
Berita Terkait
-
Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Kenapa Badan Lemas Setelah Buka Puasa dengan yang Manis? Ini Penjelasannya
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?