Bisnis / Keuangan
Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:41 WIB
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). [Suara.com/Hadi]
Baca 10 detik
  • Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu melaporkan pertumbuhan simpanan masyarakat di Gedung LPS pada Senin (3/8/2026).
  • Pemantauan agregat oleh LPS, OJK, dan BI terhadap 696 juta rekening menunjukkan seluruh segmen saldo mengalami peningkatan tahunan.
  • Peningkatan seluruh lapisan tabungan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga perbankan hingga mencapai 15,44 persen.

Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan simpanan masyarakat terus tumbuh. Adapun, seluruh kelompok simpanan masyarakat di perbankan masih mencatatkan pertumbuhan secara tahunan.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan, data tersebut berasal dari pemantauan bersama yang dilakukan LPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) terhadap sekitar 696 juta rekening perbankan di Indonesia.

"Kami memantau bersama dengan OJK dan BI sebanyak 696 juta rekening. Kami melihat satu per satu rekening tersebut, meskipun tentu data itu bukan merupakan domain publik. Yang kami sampaikan adalah data agregat resmi," ujar Anggito dalam paparannya saat Rapat KSSK di Gedung LPS, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan data LPS, simpanan dengan saldo di bawah Rp100 juta tumbuh sebesar 5,16 persen secara tahunan.

Sementara itu, simpanan di bawah Rp5 juta mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 7,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Anggito, tren positif tersebut tidak hanya terjadi pada kelompok simpanan kecil. Seluruh segmen simpanan, termasuk rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar, juga mengalami peningkatan.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu (Instagram/anggitoabimanyuofficial)

"Kalau secara agregat sudah kami sampaikan, yang di bawah Rp100 juta tumbuh 5,16 persen secara tahunan. Kemudian yang di bawah Rp5 juta juga tumbuh 7,36 persen. Dan itu terus terjadi di semua segmen, bahkan yang di atas Rp5 miliar," katanya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan simpanan di seluruh lapisan masyarakat turut mendorong kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang mencapai 15,44 persen secara tahunan.

Meski demikian, secara individual memang terdapat nasabah yang menggunakan tabungannya, sementara nasabah lain justru menambah simpanan.

Baca Juga: 18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya

"Itu juga yang merupakan pendorong utama DPK tumbuh 15,44 persen secara tahunan. Secara agregat semua lapisan tabungan, mulai dari di bawah Rp5 juta, Rp10 juta, Rp100 juta, Rp200 juta, sampai di atas Rp5 miliar semuanya tumbuh. Memang ada yang menggunakan tabungannya, ada yang surplus tabungan, tetapi secara agregat semuanya tumbuh," jelasnya.

Load More