Suara.com - Tingkat infeksi Covid-19 per minggu hampir dua kali lipat di seluruh dunia dalam dua bulan terakhir. Ini mendekati tingkat tertinggi yang terlihat sejauh ini selama pandemi.
Hal ini dinyatakan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Jumat (16/4/2020). Selama briefing yang difokuskan di Papua Nugini dan wilayah Pasifik barat, Tedros menyebutkan adanya peningkatan mengkhawatirkan di wilayah tersebut.
“Secara global, jumlah kasus baru per minggu hampir dua kali lipat selama dua bulan terakhir. Ini mendekati tingkat infeksi tertinggi yang kami lihat sejauh ini selama pandemi," ujar Tedrosseperti yang dikutip dari Independent.
Tedros juga menyatakan bahwa Papua Nugini sebagai contoh yang memprihatinkan di mana ada potensi epidemi yang lebih besar di negara tersebut. Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus melanjutkan dengan menyoroti betapa pentingnya negara tersebut untuk menerima lebih banyak vaksin Covid-19 secepat mungkin.
Melansir dari Independent, Papua Nugini hingga saat ini melaporkan lebih dari 9.300 kasus virus korona dan 82 kematian.
"Meskipun jumlah ini masih lebih kecil dari negara lain, peningkatannya tajam membuat WHO sangat prihatin tentang potensi epidemi yang jauh lebih besar," imbuhnya.
Secara keseluruhan, lebih dari 139 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia. Ini termasuk 2,9 juta kematian. Dalam hal ini, Dr Tedros mengatakan bahwa WHO akan terus menilai evolusi krisis dan menyesuaikan saran yang sesuai.
“Secara global, pesan kami kepada semua orang di semua negara tetap sama. Kita semua memiliki peran untuk dimainkan dalam mengakhiri pandemi, ” tambahnya.
Baca Juga: Alasan Jokowi Larang Mudik Lebaran Tahun Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat