Suara.com - Ada banyak hal yang bisa menyebabkan perut kembung, salah satunya makanan. Ahli gizi menyarankan untuk memperhatikan asupan probiotik dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Ahli Gizi Jessica Cording mengatakan probiotik adalah bagian penting dalam kesehatan usus. Dalam hal ini, mentimun dan yogurt Yunani bisa menjadi pilihan terbaik.
Yoghurt Yunani penuh dengan probiotik, yakni bakteri baik yang bisa membantu memulihkan keseimbangan kesehatan usus. Semua jenis salad yang mengandung adas mungkin bisa membantu menjaga kesehatan usus, karena mengandung sifat anti-spasmodik dan antiinflamasi.
Ahli Gizi, Taa Coleman dilansir dari Express, juga menjelaskan senyawa anethole, fenchone dan estragole dalam biji adas bisa mengendurkan otot usus dan menghilangkan gas yang terperangkap.
Ada pula minuman yang bisa menjadi pendamping makanan untuk meredakan atau mencegah perut kembung. Segelas air ini terdiri dari irisan lemon yang bisa membantu meredakan kembung dan gangguan pencernaan lainnya.
Bila Anda fokus pada makanan yang dikonsumsi, Anda bisa memiliki makanan yang menyertakan asparagus di dalamnya. Asparagus mengandung serat prebiotik, yang baik untuk menutrisi prebiotik di usus sekaligus menjaga saluran cerna.
Anda juga bisa memilih Alpukat sebagai sumber potassium yang bisa mengurangi perut kembung. Alpukat bisa menjadi pilihan baik untuk menggantikan kebiasaan makan roti mentega dengan telur.
Gejala gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan (dispepsia) dapat menyebabkan mulas, merasa kenyang dan kembung, rasa mual, sendawa, kentut, dan mengeluarkan cairan yang terasa pahit di mulut.
Baca Juga: Data Terbaru, Virus Corona Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Urutan Ke-3
NHS pun menyarankan untuk menghindari makanan pedas dan berlemak jika ingin mencegah terjadinya gangguan pencernaan lebih lanjut.
Bagi perokok, lebih baik menghentikan kebiasaan buruknya. Minumlah ibuprofen atau aspirin dan makan hingga 4 jam sebelum tidur.
Meskipun makanan di atas bisa mengurangi kembung dan gas, tapi ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan.
Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari. NHS memastikan bahwa makanan tertentu bisa menyebabkan kembung, seperti:
- Kacang polong
- Bawang
- Brokoli
- Kobis
- Kecambah
- Kembang kol
Jika Anda melihat salah satu bahan ini pada makanan yang Anda cari, mungkin lebih baik memilih bahan lain jika Anda tidak ingin merasa kembung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini