Suara.com - Vaksin Covid-19 yang telah diberi izin memang terbukti kemanjuran dan keamananannya. Namun, apa yang Anda lakukan sebelum atau sesudah vaksinasi ternyata bisa memengaruhi kemanjuran vaksin.
Melansir dari Eat This, asupan alkohol usai vaksinasi bisa memengaruhi kemanjuran vaksin. Dalam hal ini, banyak ahli menunjukkan bahwa minum satu atau dua gelas alkohol mungkin tidak akan merugikan. Namun minum berlebihan dapat berdampak negatif pada kekebalan yang mungkin mengganggu respons vaksin.
"Jika Anda benar-benar peminum yang moderat (ringan), maka tidak ada risiko minum-minum sekitar waktu vaksinasi," kata Ilhem Messaoudi, direktur Pusat Penelitian Virus di Universitas California, Irvine yang telah melakukan penelitian tentang efek alkohol pada respons imun.
"Tapi waspadalah dengan meminum alkohol dalam jumlah besar karena efeknya pada semua sistem biologis, termasuk sistem kekebalan," imbuhnya.
Menurut Pedoman Diet untuk Orang Amerika tahun 2020-2025, minum dalam jumlah sedang didefinisikan sebagai 2 minuman atau kurang dalam sehari untuk pria atau 1 minuman atau kurang dalam sehari untuk perempuan. Minum berat dianggap empat minuman atau lebih setiap hari untuk pria dan tiga atau lebih minuman untuk perempuan.
Meskipun tidak ada penelitian seputar alkohol dan vaksin Covid-19, namun penelitian sebelumnya menemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah besar berdampak negatif pada kekebalan dan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Namun, minum dalam jumlah sedang tidak memiliki efek yang merugikan tersebut.
Dr. Hewlett dari University of Nebraska Medical Center juga menunjukkan bahwa banyak minum dan mabuk sehari usai vaksinasi berpotensi memperkuat efek samping vaksin.
"Meminum segelas sampanye mungkin tidak akan menghambat respons kekebalan apa pun, masalahnya jika minum banyak," kata Hewlett.
Baca Juga: Antar 2 Lansia, Warga Karangasem Bisa Dapat Akses Vaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?