News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluruskan rencana Presiden Prabowo bahwa bahasa asing selain bahasa Inggris di SD hanya sebatas pengenalan saja.
  • Pemerintah menetapkan bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas tiga SD secara nasional pada tahun 2027 mendatang.
  • Pelaksanaan pembelajaran bahasa asing di sekolah dapat didukung melalui kerja sama penyediaan tenaga pengajar dari berbagai negara mitra.

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meluruskan rencana pembelajaran bahasa asing yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI.

Mu'ti menegaskan, bahasa asing yang dimaksud untuk siswa sekolah dasar (SD) tidak serta-merta akan dijadikan mata pelajaran khusus dan wajib.

Untuk bahasa selain Inggris, pembelajarannya lebih diarahkan pada tahap pengenalan.

"Jadi yang dimaksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran khusus ya, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing gitu, khususnya untuk yang SD," kata Mu'ti kepada wartawan usai Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa bahasa asing yang menjadi pelajaran wajib sejak SD sampai saat ini batu Bahasa Inggris. Kebijakan itu pun baru akan ditetapkan pada 2027 mulai dari kelas 3 SD.

Dengan demikian, Mu'ti menegaskan bahwa rencana pengenalan bahasa asing di jenjang SD tidak berarti seluruh bahasa asing yang disebut Presiden Prabowo akan menjadi mata pelajaran wajib seperti Bahasa Inggris.

Selama ini, Bahasa Inggris di tingkat SD juga masih berstatus sebagai mata pelajaran pilihan.

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA/SMK yang sudah mendapatkan Bahasa Inggris sebagai bagian dari pembelajaran wajib, bahkan menjadi mata ujian.

"Bahasa Inggris yang wajib itu nanti, kalau yang SMP dan SLTA kan sudah, bahkan menjadi mata ujian. Tapi kalau yang SD kan selama ini masih pilihan. Nah, mulai tahun 2027 bahasa Inggris mulai kita ajarkan sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas tiga," jelas Mu'ti.

Baca Juga: Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

Mu'ti mengatakan praktik pengenalan bahasa asing selain Bahasa Inggris sebenarnya sudah berlangsung di sejumlah sekolah.

Beberapa sekolah telah mengajarkan bahasa seperti Mandarin dan Korea kepada peserta didiknya, terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Yang bahasa yang lainnya itu nanti sifatnya pengenalan aja. Tapi untuk yang jenjang yang lebih tinggi, beberapa sekolah sudah melakukan itu," kata Mu'ti.

Menurut Mu'ti, pelaksanaan pembelajaran bahasa asing juga dapat didukung melalui kerja sama dengan negara-negara yang memiliki bahasa tersebut.

Ia mengatakan terdapat sejumlah negara yang menawarkan bantuan tenaga pengajar untuk mendukung pembelajaran bahasa asing sesuai dengan bahasa negara masing-masing.

"Ada beberapa negara yang memang menawarkan untuk mereka menyediakan tenaga yang bisa membantu dalam pembelajaran bahasa asing sesuai dengan negaranya mereka masing-masing," tuturnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kemampuan bahasa asing penting untuk mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi persaingan global.

Namun, menurut penjelasan Mu'ti, implementasinya akan dibedakan antara Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib dan bahasa asing lainnya yang diperkenalkan kepada siswa.

Load More