Suara.com - Beberapa pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 mungkin mengalami gejala Long Covid-19. Salah satu gejala Long Covid-19 yang umum terjadi di antara penyintas virus corona adalah kelemahan atau kelelahan.
Perlu dipahami pasien dengan gejala virus corona Covid-19 ringan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk pulih. Sedangkan, pasien yang mengalami gejala virus corona Covid-19 sedang hingga berat membutuhkan waktu sekitar 4 minggu untuk pulih.
Tapi dilansir dari Times of India, kebanyakan orang pasti akan mengalami kelelahan pada tubuhnya setelah sembuh dari virus corona Covid-19. Dalam situasi ini, orang harus menjaga asupan makan yang sehat dan menjaga tubuh tetap terhidrasi agar lebih cepat pulih.
Jika Anda atau anggota keluarga termasuk penyintas virus corona Covid-19, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelelahan setelah sembuh dari virus corona Covid-19.
1. Makan buah-buahan
Pastikan Anda mengonsumsi buah-buahan segar, seperti delima, jeruk, apel dan papaya. Anda juga bisa memasukkan buah lain yang disukai. Selain itu, Anda juga bisa minum jus buah yang bisa membantu mengatasi kelelahan/
Jika perlu, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan di pagi hari dan minum jus buah segar di malam hari untuk menambah asupan konsumsi buah-buahan harian.
2. Minum susu hangat
Cobalah minum susu hangat dengan kunyi sebelum tidur malam. Karena, minum susu hangat akan membantu memperkuat tulang dan mengatasi kelelahan tubuh setelah pulih dari virus corona Covid-19.
Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Ini Jadi Pertanda Adanya Riwayat Terinfeksi
3. Makan sayur
Konsumsi sayuran sangat penting untuk tubuh. Anda harus mengonsumsi berbagai jenis sayuran selama makan siang dan malam malam. Anda juga bisa minum jus sayuran, seperti bayam, wortel, tomat atau bit. Karena, semua jenis sayuran itu kaya mineral dan vitamin yang bisa meningkatkan energi.
4. Konsumsi makanan kaya protein dan antioksidan
Konsumsi makanan kaya protein penting untuk pemulihan yang sehat dan cepat. Cobalah konsumsi makanan mudah dicerna agar tubuh yang masih lemah tidak bekerja keras mencerna makanan.
5. Multivitamin
Anda juga bisa mengonsumsi multivitamin, seperti vitamin C dan seng sesuai anjuran dokter. Jangan berhenti minum multivitamin ketika Anda sudah terbukti negatif virus corona Covid-19. Minum multivitamin secara teratur ini bisa membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?