Suara.com - Pasien diabetes yang mendapatkan dosis insulin mengalami risiko kematian lebih tinggi akibat Covid-19. Hal ini dinyatakan dalam studi yang terbit pada jurnal Diabetologia.
Melansir dari Medicinenet, penggunaan insulin sebagai pengobatan diabetes meningkatkan risiko kematian hingga 75 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan insulin.
Di sisi lain, orang yang mengobati diabetes mereka dengan metformin terapi lini pertama yang digunakan pada kebanyakan kasus diabetes tipe 2 memiliki kemungkinan 50 persen lebih kecil untuk meninggal akibat Covid-19 dibandingkan mereka yang tidak menggunakan metformin.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pria dengan diabetes 28 persen lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada perempuan dengan diabetes. Sementara orang yang berusia 65 tahun ke atas dengan diabetes tiga kali lebih mungkin meninggal daripada orang yang lebih muda dengan diabetes.
Di antara orang dengan diabetes, setiap peningkatan usia 5 tahun dikaitkan dengan peningkatan 43 persen risiko kematian relatif dari Covid-19.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dengan baik yang diuji saat masuk ke rumah sakit adalah salah satu faktor terbesar yang meningkatkan risiko kematian pada penderita diabetes dan Covid-19.
"Yang dapat diambil adalah bahwa penderita diabetes harus fokus pada apa yang selalu menjadi prioritas seperti gaya hidup sehat untuk mengendalikan peradangan dari glukosa (gula darah) yang meningkat secara kronis di mana akan mengurangi risiko penyakit kronis dan kerusakan organ," kata Dr. Minisha Sood, seorang ahli endokrinologi di Lenox Hill Hospital di New York City. Dia menambahkan bahwa metformin tampaknya memiliki peran pelindung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak