Suara.com - Meskipun langka, namun orang dewasa muda lebih berisiko terkena pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca. Hal ini dinyatakan oleh Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA).
Melansir dari Independent, MHRA mengatakan ada 209 kasus kombinasi langka pembekuan darah dengan jumlah trombosit rendah setelah divaksinasi Oxford-AstraZeneca dengan 41 kematian di Inggris. Kondisi ini naik dari 168 kasus dan 32 kematian pada minggu sebelumnya.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang yang mengembangkan penggumpalan darah setelah vaksinasi telah menghasilkan antibodi yang mengaktifkan trombosit.
Jerman, Belanda, Portugal, Spanyol dan Filipina telah merekomendasikan vaksin AstraZeneca hanya diberikan kepada orang-orang yang berusia di atas 60 tahun. Kanada dan Prancis telah membatasinya untuk mereka yang berusia di atas 55 tahun. Denmark dan Norwegia juga telah berhenti menggunakan vaksin sepenuhnya karena risiko gumpalan.
Data baru juga menunjukkan 24 kasus pembekuan pada orang berusia 18 hingga 29 tahun, 28 pada mereka yang berusia tiga puluhan, 30 pada orang berusia empat puluhan, 59 pada orang berusia lima puluhan dan 57 pada mereka yang berusia 60 ke atas.
Jumlahnya tampaknya meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi itu karena lebih banyak orang tua yang divaksinasi. Kepala eksekutif MHRA June Raine mengatakan tidak ada obat atau vaksin tanpa risiko dan pembekuan darah sangat jarang terjadi.
“Manfaat vaksin terus lebih besar daripada risikonya bagi kebanyakan orang. Masih sangat penting untuk melakukan vaksinasi," kata Raine.
“Kami meminta siapa pun yang mencurigai mereka telah mengalami efek samping terkait dengan vaksin Covid-19 mereka untuk melaporkannya ke situs web Kartu Kuning Coronavirus,” imbuhnya. Data menunjukkan bahwa 120 kasus pembekuan tercatat pada perempuan dan 89 pria dan tingkat kematian kasus secara keseluruhan adalah 19 persen.
Baca Juga: Suami Kritis dan Masuk ICU, Ini 5 Potret Dukungan Joanna Alexandra ke Radit
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian