Suara.com - Perubahan gaya hidup yang dilakukan sejak awal diagnosis Penyakit Alzheimer bisa memperlambat perkembangannya. Hal ini dinyatakan oleh Dr Danile Gibbs, seorang ahli saraf yang juga menderita Alzheimer Awal.
"Pesan pentingnya adalah semua modifikasi ini cenderung paling efektif ketika dimulai sejak dini, terutama sebelum ada gangguan kognitif," ujar Gibbs seperti yang dikutip dari Independen.
Melansir dari Independent, berikut beberapa tips untuk memperlambat Alzheimer, antara lain:
1. Olahraga
Ada banyak bukti bahwa latihan aerobik secara teratur mengurangi risiko Alzheimer dan memperlambat perkembangan penyakit pada tahap awal sebanyak 50 persen.
"Bukti efek menguntungkan dari olahraga sangat kuat kecuali pada tahap akhir penyakit, ketika mungkin sudah terlambat untuk melakukan intervensi," kata Gibbs.
2. Pola makan nabati
Pola makan nabati bergaya Mediterania tampaknya mengurangi risiko terkena Alzheimer. Pola makan ini menekankan penambahan sayuran hijau, beri, kacang-kacangan, dan makanan lain yang kaya flavanol.
3. Lakukan aktivitas yang merangsang mental
Meskipun permainan dan teka-teki dapat membantu, sangat penting untuk menantang otak dengan pembelajaran baru. Hal ini dianggap membantu mengembangkan jalur saraf dan sinapsis baru. Contohnya termasuk membaca, belajar memainkan karya musik baru, atau mempelajari bahasa baru.
Baca Juga: Lansia yang Atasi Sleep Apnea Alami Risiko Demensia Lebih Rendah
4. Keterlibatan sosial
Ini mungkin sulit bagi orang yang hidup dengan Alzheimer karena sikap apatis sering kali menjadi bagian dari penyakit tersebut. Ada bukti bahwa mereka yang tetap aktif secara sosial memiliki perkembangan yang lebih lambat.
5. Tidur yang cukup
Tampaknya ada pembersihan racun di otak, termasuk beta-amiloid (protein yang membentuk plak lengket di otak penderita Alzheimer) selama tidur oleh apa yang disebut sirkulasi glymphatic.
Selain itu, gangguan tidur termasuk apnea tidur sering terjadi pada pasien Alzheimer dan harus diobati jika ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi