Suara.com - Racun sianida belakangan jadi perbincangan setelah mencuatnya kasus sate beracun salah sasaran yang menyebabkan kematian seorang anak dari driver ojek online di Yogyakrta. Korban adalah orang yang sama sekali tidak berkaitan dengan masalah yang dimiliki pelaku.
Lalu, apa sebenarnya racun sianida? Gejala yang muncul jika masuk ke dalam tubuh dan bagaimana efeknya? Simak penjelasan berikut ini.
Racun sianida merupakan senyawa kimia yang bisa Anda temukan dalam bentuk gas dan kristal. Paparannya bisa menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, hingga akhirnya mengganggu fungsi utama dan kemudian mati.
Racun sianida merupakan senyawa kimia yang bisa Anda temukan dalam bentuk gas dan kristal. Paparannya bisa menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, hingga akhirnya mengganggu fungsi utama dan bisa berujung kematian.
Gejala
Gejala yang dialami ketika tubuh terpapar racun sianida dalam jumlah sedikit adalah mual, muntah, pernapasan cepat, pusing, dan lemas. Namun, belum tentu tanda-tanda tersebut adalah gejala keracunan sianida.
Sementara seseorang yang terpapar racun sianida dalam jumlah besar, cenderung akan mengalami denyut jantung melambat, hilang kesadaran, kejang, kerusakan paru-paru, tekanan darah rendah, gagap napas hingga menyebabkan kematian.
Ketika melihat gejala tersebut pada seseorang setelah mengonsumsi makanan atau minuman, maka Anda harus dengan segera mengunjungi dokter atau menuju ke IGD.
Baca Juga: Polisi Dalami Sosok Inisial R di Kasus Sate Beracun
Sebab reaksi sianida terbilang cepat dan waktu atau kesempatan selamat yang dimiliki korbannya akan sangat sedikit. Reaksi yang efektif, cepat, dan tepat, menjadi kesempatan terbesar korban untuk bisa selamat dari sianida.
Sulit untuk mendeteksi racun sianida yang telah dicampurkan ke bahan tertentu misalnya makanan. Sebab, zat ini tak mengeluarkan bau kuat. Namun jika tercium, sianida memiliki bau seperti kacang almond pahit.
Pertolongan Pertama
Pertolongan pertama yang terbaik yang bisa dilakukan adalah membawa orang yang dicurigai keracunan sianida ke tempat terbuka dan berudara bersih.
Ahli farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arief Nurrochmad menuturkan bahwa pertolongan pertama yang perlu diperhatikan terutama yakni organ-organ vital harus disupplai oksigen. Sehingga oksigen bisa masuk ke organ vital terutama adalah jantung dan otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat