Suara.com - Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah di arteri secara konsisten terlalu tinggi.
Jika tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit jantung dan peredaran darah seperti serangan jantung atau stroke. Namun, pasien hipertensi harus wasapada terhadap Paraesthesia yang disebut tanda bahaya. Apa itu sebenarnya?
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengamati gejala krisis hipertensi yang berbeda sesuai dengan prevalensinya.
Penelitian lebih lanjut menyelidiki profil krisis hipertensi selama satu tahun di rumah sakit rujukan universitas dan melakukan tinjauan pustaka.
Studi ini memantau 362 pasien yang datang untuk perawatan di rumah sakit darurat dengan krisis hipertensi. Salah satu gejala paling umum yang ditemukan pada kelompok studi adalah paresthesia.
Paresthesia adalah sensasi yang mirip dengan sensasi terbakar atau menusuk. Sensasi biasanya dirasakan di tangan, lengan, tungkai, atau kaki, tetapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lain.
Ini bisa terjadi tanpa peringatan, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan digambarkan sebagai kesemutan atau mati rasa, kulit merinding, atau gatal.
LiveStrong berkata, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.
"Saat tidak terkontrol, tingkat tekanan darah bisa naik ke titik di mana Anda mulai mengalami gejala fisik.
Baca Juga: Lacak Masalah Jantung, Pentingnya Periksa Tekanan Darah di Kedua Lengan
"Beberapa gejala tidak spesifik dan mungkin diabaikan sebagai produk sampingan dari beberapa kondisi yang kurang serius atau penyebab eksternal.
"Ini termasuk sakit kepala, kelelahan, kecemasan, kebingungan atau kelupaan, keringat berlebih atau pusing.
"Gejala ini dapat memburuk secara akut dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan kematian mendadak.”
Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai 'the silent killer', karena gejalanya hanya cenderung muncul dengan sendirinya jika Anda memiliki tekanan darah yang sangat tinggi.
Gejala tekanan darah tinggi yang paling umum termasuk jantung berdebar-debar, menemukan darah dalam urin, dan sakit kepala parah. Sangat penting bagi semua orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun untuk memeriksa tekanan darah mereka setidaknya sekali setiap lima tahun.
Anda dapat memeriksa tekanan darah Anda dengan mengunjungi toko obat atau apotek lokal Anda
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh