Suara.com - Temuan studi terbaru oleh para peneliti dari Universitas Stanford menunjukkan bahwa taman kota dapat meningkatkan kesehatan Anda. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.
Melansir dari Healthshoots, penelitian ini menjabarkan bagaimana akses ke alam meningkatkan aktivitas fisik orang dan juga kesehatan secara keseluruhan masyarakat kota.
“Kami telah belajar betapa berharganya menghabiskan waktu di luar ruangan di alam, terutama bagi penduduk kota,” kata penulis utama studi Roy Remme, seorang peneliti pascadoktoral di Proyek Modal Alam Stanford pada saat penelitian.
“Kami ingin membantu perencana kota memahami di mana ruang hijau dapat mendukung kesehatan masyarakat dengan baik, sehingga setiap orang dapat menerima manfaat alam,” imbuhnya.
Taman, danau, pepohonan, dan ruang hijau perkotaan lainnya meningkatkan aktivitas fisik dan kesejahteraan secara keseluruhan. Kontribusi alam bersifat multidimensi , dapat mendukung kesejahteraan kognitif, emosional dan spiritual, serta kesehatan fisik.
"Pengalaman alam meningkatkan memori, perhatian dan kreativitas serta kebahagiaan, keterlibatan sosial dan rasa makna dalam hidup," kata Gretchen Daily, penulis senior pada makalah dan direktur fakultas dari Proyek Modal Alam Stanford.
“Mungkin tidak mengejutkan kita bahwa alam merangsang aktivitas fisik, tetapi manfaat kesehatan yang terkait benar-benar cukup mencengangkan,” imbuhnya
Para peneliti berharap studi baru ini akan melengkapi para perencana kota dengan pemahaman yang lebih lengkap tentang manfaat yang dapat diberikan alam kepada masyarakat mereka.
Baca Juga: Dodol Khas Kayong Utara Jadi Buruan Jelang Lebaran, Penjual Semringah
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya