Suara.com - Kata siapa pelecehan seksual hanya terjadi dan dialami oleh perempuan? Faktanya, lelaki juga bisa mengalami dan menjadi korban pelecehan seksual. Pelakunya bisa sesama lelaki ataupun perempuan. Lalu, apa yang terjadi jika lelaki jadi korban pelecehan seksual?
Ketegaran dibuktikan oleh seorang model bernama Mahogany Geter karena memiliki penampilan berbeda dari kebanyakan model lain. Model satu ini mengalami kondisi langka yang menyebabkan kakinya bengkak sebelah. Meski begitu, wanita ini tetap tampil percaya diri. Seperti apa penampakannya?
Simak berita lengkapnya melalui tautan berikut.
1. Ini yang Terjadi Jika Lelaki Jadi Korban Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual kerap terjadi dan dialami oleh perempuan. Padahal, laki-laki juga bisa mengalami dan menjadi korban pelecehan seksual.
Pelakunya sendiri bisa laki-laki dan perempuan. Hal tersebut dikatakan oleh Seksolog dr. Haekal Anshari, M.Biomed (AAM).
2. Kisah Model dengan Kaki Bengkak Sebelah, Ogah Amputasi Meski Sering Diejek
Seorang model bernama Mahogany Geter memiliki penampilan berbeda dari kebanyakan model lain, karena mengalami kondisi langka yang menyebabkan kakinya bengkak sebelah. Meski begitu wanita ini tetap tampil percaya diri.
Baca Juga: Kisah Model dengan Kaki Bengkak Sebelah, Ogah Amputasi Meski Sering Diejek
Melansir Mirror, Mahogany terlahir dengan penyakit atau kondisi langka yang disebut lymphedema. Kondisi ini menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh hingga menimbulkan bengkak jangka panjang.
3. Perempuan yang Menopause Dini Berisiko Lebih Tinggi Alami Serangan Jantung
Lewat penelitian yang dirilis jurnal American Heart Association’s Epidemiology, Prevention, Lifestyle, and Cardiometabolic Health Conference 2021, wanita yang mengalami menopause sebelum usia 40 tahun memiliki risiko terserang penyakit jantung koroner 40 persen lebih tinggi dibanding perempuan yang tidak memiliki transisi di masa lebih awal.
“Menopause dini secara sendirinya dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner jangka panjang. Bahkan ini lebih tinggi pada penyakit jantung,” ungkap rekan kardiologi di Feinberg Scholl of Medicine Northwestern University Chicago, Priya M. Freaney, MD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius