Suara.com - Dipakai di Indonesia, Vaksin CoronaVac dari Sinovac disebut mengurangi kematian akibat virus corona hingga 97 persen. Hal ini dinyatakan dalam laporan vaksinasi di Uruguay.
Melansir dari Medical Xpress, vaksin mengurangi infeksi virus corona hingga 57 persen dan perawatan intensif hingga 95 persen pada orang yang telah diberi dua suntikan.
Dibandingkan dengan vaksin lain yang digunakan, hanya ada sedikit publikasi ilmiah tentang kemanjuran CoronaVac. Namun demikian, CoronaVac digunakan secara luas di China dan di berbagai negara lain termasuk Indonesia.
Chili melaporkan bulan lalu bahwa hasil awal dari kampanye imunisasi menunjukkan CoronaVac 67 persen efektif mencegah gejala Covid-19 dan 80 persen mencegah kematian.
Hasil uji coba dengan CoronaVac di Brasil menunjukkan kemanjuran sekitar 50 persen dalam mencegah infeksi simtomatik. Sementara data Turki mengatakan itu lebih dari 80 persen efektif.
CoronaVac adalah jenis vaksin tradisional, menggunakan virus yang tidak aktif untuk memicu kekebalan.
Uruguay, dengan populasi 3,5 juta telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin untuk 45,8 persen dari populasi target dan dua dosis menjadi 28,29 persen pada 25 Mei lalu. Negara ini tidak pernah melakukan lockdown dan memiliki kasus yang relatif sedikit di bulan-bulan pertama wabah, tetapi dalam beberapa minggu terakhir memimpin dunia dalam kematian harian per kapita.
Kementerian negara mengatakan bahwa hasil tersebut masih awal dan harus ditafsirkan dengan hati-hati karena beberapa data belum diproses.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Menempel di Kulit Tanda Ada Magnet dari Microchip, Mitos atau Fakta?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem