Berdasarkan 266 orang yang terinfeksi virus corona, 55 orang harus dirawat di rumah sakit dan 47 di antaranya masuk dalam kelompok "non-perasa". Karena itu, dokter berpikir gen T2R38 memicu respons imun yang melindungi seseorang yang infeksi virus corona Covid-19.
"Ketika T2R38 dirangsang, ia merespons dengan memproduksi oksida nitrat untuk membantu membunuh atau mencegah replikasi virus lebih lanjut di mukosa pernapasan," kata Dr Henry Barham, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan.
Selaput lendir melapisi sistem pernapasan Anda dan merupakan tempat virus menempel pada saluran udara. Karena itu, orang yang tidak suka makanan pahir memiliki risiko lebih rendah terinfeksi virus corona Covid-19.
Para peneliti sangat yakin dengan temuan mereka. Tapi, mereka ingin persoalan ini harus diselidiki lebih lanjut dan digunakan sebagai alat untuk menemukan orang yang paling rentan terhadap virus corona Covid-19.
Dr Alan Hirsch, direktur neurologis dari Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago, mengulas penelitian tersebut.
"Jika seledri terasa pahit bagi Anda, Anda adalah seorang supertaster. Jika tidak, berhati-hatilah," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin