Suara.com - Penyakit asam urat dan hipertensi sama-sama dipicu oleh makanan tinggi kolesterol, seperti kacang-kacangan dan jeroan. Hal ini membuat banyak orang sering menyamakan kedua penyakit tersebut. Padahal, faktanya, ini adalah dua penyakit yang berbeda.
Penyakit asam urat disebabkan tingginya kadar kristal asam urat di persendian. Sedangkan hipertensi disebabkan tingginya tekanan aliran dalam darah. Hal ini dikatakan oleh Dokter Spesialis Jantung dan dan Pembuluh Darah, Badai Bhatara Tiksnadi, dalam acara OMRON beberapa waktu lalu.
Badai menambahkan perbedaan antara hipertensi dan asam urat terletak pada gejalanya. Ia menyebut bahwa hipertensi biasanya tidak memiliki keluhan. Itu sebabnya, hipertensi kerap disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam.
Sedangkan pada asam urat, penderitanya kerap merasakan gejala berupa nyeri dan rasa panas di bagian sendi bahkan hingga menyebabkan pembengkakan. Ini karena kadar kristal asam uratnya yang tinggi banyak tersimpan di persendian.
"Kalau asam urat biasanya kalau lebih tinggi atau di atas normal lebih tinggi lagi, di atas 9 dan 10 baru menimbulkan keluhan berupa nyeri sendi kecil di kaki, tangan, dan sebagainya," jelas Badai.
Meski berbeda, kedua penyakit ini tetap memiliki kesamaan, di antaranya yaitu sama-sama meningkatkan risiko sakit jantung.
"Jadi asosiasinya mungkin tidak hubungan langsung, tapi bersama-sama berkontribusi terhadap penyakit jantung," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI