Suara.com - Di masa pandemi Covid-19, asupan vitamin D sangatlah penting untuk tubuh. Selain berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang, vitamin D juga mendukung sistem kekebalan tubuh, serta memberi perlindungan pada jantung dan pembuluh darah.
Sayangnya, sebagian populasi di dunia masih banyak yang mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini diungkap oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Laura Anasthasya, dalam acara Mampukah Vitamin D dan Antioksidan Melawan Covid-19? Rabu (9/6/2021).
Mengacu pada data pada tahun 2017, masih banyak penduduk dunia yang mengalami kekurangan vitamin D. Dikatakan dr. Laura bahwa di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan Eropa, angka kekurangan vitamin D masih tinggi.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia?
“Di Indonesia kita belum punya data berapa penduduk yang kekurangan vitamin D,” ungkapnya lebih lanjut.
Dr. Laura menegaskan pentingnya peran vitamin D di masa pandemi ini. Vitamin D, katanya, dapat menyeimbangkan kadar kalsium dalam darah dan melindungi fungsi saraf.
“Banyak vitamin D ditemukan pada reseptor sel imun kita. Itu sebabnya kenapa kita dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin D,” paparnya.
“Banyak penelitian yang membuktikan bahwa vitamin D ini berperan untuk pasien Covid-19. Hasilnya, pasien yang diberikan vitamin D dosis tinggi itu akan lebih ringan penyakitnya, dan risiko kematiannya lebih rendah,” pungkasnya.
Baca Juga: Hotel Isolasi Terpusat Pasien Covid-19 di Bekasi Terisi Penuh
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards